Dinas Pendidikan Nunukan Belum Mengizinkan PTM Untuk Pulau Nunukan

Dinas Pendidikan Nunukan Belum Mengizinkan PTM Untuk Pulau Nunukan
Aktifitas seorang pelajar TK di Nunukan saat belajar di rumah di tengah kendala pandemi covid-19
Nunukan – Meski 19 Kecamatan di Kabupaten Nunukan Kaimantan Utara sudah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sejak Juli 2021, tidak demikian dengan Kecamatan Nunukan dan Kecamatan Nunukan Selatan.
 
Sampai hari ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, masih belum mengizinkan PTM.
 
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Nunukan Widodo menjelaskan, pulau Nunukan masih memiliki resiko tinggi dalam sebaran wabah covid-19 karena merupakan pusat kota dan akses utama perlintasan orang dan barang.
 
‘’Analisis kasus masih menunjukkan peta kerawanan jika kita berlakukan PTM di Pulau Nunukan. Kita sudah berkoordinasi dengan Satgas covid-19 dan memang terlalu beresiko untuk sementara ini jika PTM,’’ ujarnya, Rabu (15/09/2021).
 
Disdik juga berpegang pada SE Bupati Nunukan Nomor 268-BPBD/360/IX/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan mengoptimalisasi Posko Penanganan covid-19 di tingkat Kelurahan dan Desa untuk pengendalian penyebaran virus covid-19 di wilayah Kabupaten Nunukan.
 
Widodo menjabarkan, SE dimaksud mengatur PTM dengan poin sebagai berikut,
1. Kegiatan belajar mengajar tatap muka dapat dilaksanakan terbatas dengan prokes yang lebih ketat dan dengan kapasita 50% dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan SKB 4 Menteri (Mendikbudristek, Menteri Agama, Menkes, dan Mendagri) Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 tahun 2021 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemic covid-19.
2. Khusus untuk satuan pendidikan di wilayah kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan pada tingkat SD/MI/TK/PAUD dan kesetaraannya tetap melaksanakan secara daring/online.
3. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka terbatas dapat diikuti oleh guru dan siswa yang telah mendapatkan vaksinasi covid-19 minimal dosis pertama dengan tetap mengikuti prokes ketat.
 
Walaupun saat ini sudah ada kebijakan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim yang membolehkan PTM untuk wilayah dengan sebaran wabah covid-19 level 3, meski guru dan siswanya belum tervaksinasi.
 
‘’Kebijakan tersebut tidak bersifat wajib dan pelaksanaannya masih diserahkan ke Pemerintah Daerah masing masing. Kita juga sudah berlakukan instruksi itu pada 19 kecamatan dari 21 Kecamatan yang ada. Tapi untuk Pulau Nunukan, kami menganggap masih tinggi resikonya, jadi kami masih lakukan evaluasi,’’ tegasnya.
 
Untuk sekolah yang ada di Pulau Nunukan atau di Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan, Dinas Pendidikan sudah meminta Dinas Kesehatan memberikan prioritas vaksin bagi pelajar dan guru, agar aktifitas PTM bisa segera dimulai.
 
‘’Kita tahu ketersediaan vaksin kita masih kurang. Seandainya ada pelajar yang vaksin, itu mendaftar di kategori umum. Kita berharap ada vaksin khusus pelajar yang nantinya dilakukan di tiap sekolah sehingga memudahkan pendataan dan pemetaannya,’’ katanya.
 
Adapun bagi sekolah sekolah di 19 Kecamatan yang sudah memberlakukan PTM, Dinas Pendidikan juga melakukan pemantauan penuh.
 
Mereka memastikan sarana prasarana penunjang protocol kesehatan tersedia, tidak ada masalah dengan izin dari orang tua murid dan selalu berkoordinasi dengan Satgas covid-19 untuk mengontrol positivity rate.
 
Dinas Pendidikan Nunukan juga intens melakukan mitigasi resiko penularan dan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
 
‘’Pada 19 Kecamatan, kita lakukan PTM terbatas, menjaga jarak minimal 1,5 meter, wajib masker, pembagian rombongan belajar dan PTM terbatas ini hanya mengizinkan 50 persen dari kapasitas normal, termasuk durasi jam belajar,’’ kata Widodo.
 
Dari data sebaran covid-19 di Kabupaten Nunukan, kasus konfirmasi tercatat sebanyak 5.900 kasus, sebanyak 5.554 pasien sembuh dan 129 pasien meninggal dunia.
 
Dari akumulasi kasus tersebut, 2 Kecamatan di Pulau Nunukan menyumbang kasus tertinggi, tercatat sebanyak 2.022 kasus berasal dari Kecamatan Nunukan dan sebanyak 878 kasus dari Kecamatan Nunukan Selatan.(02)