Diperkirakan Akhir Februari 2021 Vaksinasi Covid-19 Perdana di Nunukan Selesai

Diperkirakan  Akhir Februari 2021 Vaksinasi Covid-19 Perdana di Nunukan Selesai
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid menjadi orang pertama yang menerima vaksinasi Sinovac di Nunukan, ada 3.640 vaksin untuk Nunukan tahap pertama dan ditujukan bagi 1.800 Nakes

NUNUKAN – Pencanangan vaksinasi covid-19 jenis sinovac berlangsung serentak di 21 kecamatan di kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, Rabu (3/2/2021).


Skema vaksinasi dilakukan dengan sosialisasi jaminan halal dan keamanan vaksin sinovac. 


Diawali dengan pemberian vaksin kepada Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid, Anggota DPRD Nunukan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Tokoh Agama, Tokoh Adat, juga Tokoh Masyarakat.


‘’Kita targetkan pemberian vaksin perdana untuk Nunukan hingga akhir Februari 2021,’’ujar Juru Bicara Covid-19 Nunukan Aris Suyono.


Kabupaten Nunukan, menerima kuota perdana vaksin sinovac, sebanyak 3.640 dosis, dengan target 1.800 Tenaga Kesehatan (Nakes) di wilayah perbatasan RI – Malaysia ini.


Pencanangan tahap 2 vaksin sinovac akan berkembang untuk TNI, POLRI dan pegawai pelayanan umum yang diperkirakan pada Maret – April 2021.


Sementara untuk tahap 3 akan diberikan untuk masyarakat umum, dan diperkirakan pada April – Mei 2021.


‘’Nanti yang sudah mendapat vaksinasi Covid-19 akan diberikan kartu khusus, mereka akan dapat sertifikat, ada barcode berbeda untuk masing masing orang yang terdata dalam pelaporan online, mudah mudahan itu menjadi dasar untuk tidak rapid atau swab ketika bepergian,’’kata Aris lagi.

 

Ada tim pengawas efek vaksin

Selain itu, Satgas Covid-19 juga sudah menyiapkan tim Kelompok Kerja (Pokja) untuk efek samping dari vaksin sinovac.


Pokja tersebut akan memantau dan menanggulangi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).


Sebagaimana dijelaskan Aris, KIPI biasanya terjadi dengan 3 kategori, yang pertama kategori ringan, dengan efek sedikit pegal di tempat yang disuntik, mengantuk dan merasakan kantuk.


Efek sedang, dengan contoh mual atau diare, dan sejauh ini belum ditemukan adanya gejala tersebut.


Dan efek berat, mengalami shock anakuletik, tidak sadarkan diri dan semacamnya.


‘’Tapi efek berat itu salah satu kejadian langka, dari 100.000 vial, paling hanya 1 kejadian, sangat jarang, itulah mengapa setelah divaksin, kita anjurkan untuk observasi dulu selama 30 menit,’’jelasnya.


Nantinya tim Pokja KIPI yang berasal dari internal Kesehatan Nunukan yang diketuai dra.Sholeh Rauf ini, akan melakukan evaluasi dan monitoring apa saja dampak dan efek yang timbul dari vaksinasi sinovac.


Hal tersebut akan menjadi laporan ke Komando Provinsi sampai Komando Nasional.


‘’Ini penting, karena vaksin baru, tentu kita akan menilai periodik berbasis data berapa prosentase KIPI ringan, sedang, dan berat di setiap Faskes, KIPI itu bukan hanya untuk vaksinasi Covid saja, imunisasi juga dipantau Pokja KIPI,’’tegasnya.(Dzulviqor)