Gelar Perkara Kasus Tawuran Remaja Putri di Nunukan, Kapolsek : Minggu Depan Kita Limpah ke Kejaksaan

Gelar Perkara Kasus Tawuran Remaja Putri di Nunukan, Kapolsek : Minggu Depan Kita Limpah ke Kejaksaan
Kapolsek Nunukan Kalimantan Utara Iptu.Ridwan Supangat

Nunukan - Kapolsek Nunukan Kalimantan Utara Iptu.Ridwan Supangat mengatakan, kasus tawuran dua kelompok remaja putri akan segera limpah ke Kejaksaan Negeri Nunukan.


‘’Paling lambat minggu depan kita tahap duakan ke Kejaksaan. Saat ini kami masih lakukan gelar perkara,’’ujarnya, Rabu (10/11/2021).


Supangat mengatakan bahwa pemeriksaan kasus anak memiliki deadline atau batas waktu sampai 14 hari.


Namun demikian, Polisi juga tidak melakukan penahanan terhadap keduanya sebagai kebijakan.


Adanya jaminan keluarga masing masing dan tidak adanya factor yang menjadi alasan untuk menghilangkan barang bukti menjadi alasan mengapa tidak ada penahanan terhadap kedua remaja putri yang statusnya sudah tersangka ini. 


Saat ini, Polisi tengah melakukan gelar perkara untuk memastikan segala punishment dan judgement dalam proses penyidikan yang berjalan di Polsek Nunukan sudah sesuai aturan dan tidak ada masalah di kemudian hari.


Supangat menegaskan, kasus anak merupakan sebuah kasus yang butuh kehati hatian karena memiliki perundangan khusus sendiri.


Dalam kasus ini, penyidik menerapkan pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan junto Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


‘’Kita sudah tetapkan kedua remaja yang berselisih sebagai tersangka. Masing masing menuding menjadi korban, dan upaya mediasi kami selalu saja kandas. Sangat disayangkan ini harus berakhir di pengadilan,’’katanya lagi.


Sebelumnya, terjadi perkelahian antar kelompok remaja putri akibat unggahan dengan nada hinaan di media social.


Peristiwa tersebut terjadi di sekitar Jalan Lingkar Nunukan Selatan, pada Rabu 22 September 2021 sekitar pukul 21.00 wita.


Akibat dari tawuran tersebut, kedua kubu saling lapor ke polisi dan sama sama memposisikan diri sebagai korban. Pihak yang bertikai EF (17) dan NSDK (18), sama sama berstatus pelajar SMA di Nunukan. 


Terlihat keduanya sama sama terluka seperti cakaran bekas kuku dan semacam goresan aspal layaknya jatuh dari sepeda motor, di bagian wajah dan beberapa bagian tubuh lain.


Dalam pemeriksaan Polisi, mereka mengakui jika masing masing membawa sejumlah orang untuk perkelahian tersebut. 


Supangat mengatakan, masalah perselisihan kedua remaja tersebut sudah pernah terjadi dulu, tapi tidak sampai berujung pada kekerasan. 


Dalam perkara ini, Polisi sudah membuka ruang mediasi sejak laporan dugaan penganiayaan dan pengeroyokan masuk Rabu (22/9/2021) siang. 


Hanya saja, mediasi tersebut buntu karena kedua kubu bersikeras tidak mau damai dan sepakat melanjutkan prosesnya sampai ke meja hijau.(02)