HUT 76 Korps Marinir, TNI AL Bersama Satgas Pamtas RI – Malaysia Telusuri Rute Bersejarah Pejuang KKO

HUT 76 Korps Marinir, TNI AL Bersama Satgas Pamtas RI – Malaysia Telusuri Rute Bersejarah Pejuang KKO

Nunukan – TNI AL bersama Satgas Marinir dan Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonarmed 18/Komposit Buritkang menyusuri jejak konfrontasi RI – Malaysia untuk mengenang sejarah perjuangan mempertahankan NKRI di tapal batas.


Kegiatan ini berlangsung mulai 12 – 15 November 2021, dengan napak tilas jalanan bersejarah di Kecamatan Seimanggaris yang menjadi rute perang, melewati tiga Desa, masing masing, Sei Ular, Sei Kapal, dan Kampung Kanduangan dengan jarak sekitar 25 Km.


Komandan Lantamal XIII/Tarakan Laksamana Pertama TNI Edi Krisna Murti mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan membangkitkan kembali nilai-nilai patriotisme, nasionalisme dan heroisme serta kemanunggalan antara TNI AL melalui Lantamal XIII dengan rakyat yang ada di wilayah perbatasan.


"Kita melaksanakan kegiatan ini dalam rangka mengingat perjuangan Dwikora. Kebetulan perjuangan di Sei Manggaris ini cukup unik karena banyak yang menjadi korban di Sei Manggaris dan Kalabakan." Ujarnya, Senin (15/11/2021).


Seluruh rangkaian kegiatan dipimpin oleh Danlantamal XIII Laksamana Pertama TNI  Edi Krisna Murti. Melibatkan seluruh prajurit Yonmarhanlan XIII, Satgas Mar Ambalat XXVII, Satgas Pamtas Yon Armed TNI AD, tokoh masyarakat perbatasan, pelajar dan elemen masyarakat lainnya.


Kegiatan diawali dengan Serpas Prajurit Lantamal XIII dan Yonmarhanlan XIII dari Tarakan ke Sebatik.


Dalam perjalanan, mereka melakukan pengibaran bendera di Suar Karang Unarang perbatasan RI-Malaysia, disusul dengan tasyakuran mengenang Dwikora di Tugu Dwikora yang terletak disisi barat Alun-alun Nunukan, Jl. Pattimura, Kabupaten Nunukan. 


Perjalanan diawali dengan menyusuri perbatasan melalui jalur laut sejauh 8 NM dan dilanjutkan jalur darat sejauh 25 Km, dan diakhiri kegiatan tabur bunga di Tebing Tanah Merah Siglayan Tempur yang merupakan lokasi gugurnya 4 orang pahlawan Dwikora.


Setelah berhasil melakukan Napak Tilas Operasi Dwikora di wilayah Sei Menggaris, dengan penuh semangat Prajurit Marinir dari Yonmarhanlan XIII melanjutkan dengan kirab kota.


Mereka kembali menyusuri jalanan sepanjang 11 Km. Kedatangan mereka disambut antusias oleh sejumlah masyarakat Sebatik di perbatasan RI-Malaysia. 


Puncak rangkaian kegiatan HUT Ke-76 Marinir, adalah pelaksanaan upacara di lapangan Pos Kotis Sei Bajau Sebatik.


Danlantamal berharap, berharap kegiatan Napak Tilas ini menjadi agenda rutin dan bisa menjadi kebanggaan khususnya bagi warga perbatasan RI di Sei Manggaris.


‘’Terlebih kegiatan seperti ini, bisa menambah kecintaan masyarakat kepada Indonesia sekaligus memperkuat rasa bela Negara,’’katanya.


Selesai upacara, kegiatan dilanjutkan khitanan masal yang melibatkan tenaga kesehatan RSAL Ilyas Tarakan dan Diskes Lantamal XIII yang bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Wilayah Sebatik.


Tercatat sejumlah 44 anak mendapat kesempatan untuk melaksanakan khitan secara gratis di lokasi ini.


Untuk diketahui, peristiwa konfrontasi RI – Malaysia ini, dilatar belakangi oleh keinginan Inggris yang akan mencoba menggabungkan Negara koloninya, yaitu Serawak dan Borneo Utara/Sabah di Kalimantan dengan Semenanjung Malaya pada tahun 1961. 


Rencana ini ditentang oleh Pemerintahan Indonesia. Presiden Soekarno berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris yang merupakan kolonialisme dan imperialisme dalam bentuk baru.


Selain itu, keinginan Inggris hanyalah dukungan terhadap berbagai gangguan keamanan dalam negeri dan pemberontakan di Indonesia.


Sikap tegas Presiden Soekarno dibuktikan dengan memproklamasikan gerakan ‘’Ganyang Malaysia’’ melalui pidatonya yang sangat bersejarah pada 20 Januari 1963.


Soekarno juga membentuk Komando Siaga yang bertugas untuk mengoordinasi kegiatan perang terhadap Malaysia dengan sandi Operasi Dwikora.(02)