Kabupaten Nunukan Level 2 PPKM, Disdikbud Nunukan Membuka PTM Untuk Murid Sekolah Dasar

Kabupaten Nunukan Level 2 PPKM, Disdikbud Nunukan Membuka PTM Untuk Murid Sekolah Dasar
Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Nunukan, Widodo

Nunukan - Penetapan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara sebagai wilayah dengan zona resiko PPKM Level 2, mendasari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan untuk membuka kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi Sekolah Dasar (SD), mulai Senin 18 Oktober 2021.


‘’Nunukan berada di PPKM Level 2, sebagaimana SK Menteri. Disana dijelaskan kalau wilayah dengan PPKM zona hijau boleh PTM dengan aturan kapasitas kelas 50 persen, untuk zona kuning 40 persen dan zona orange 30 persen. Sedangkan kalau zona merah masih berlaku pembelajaran via daring,’’ujar Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Nunukan, Widodo, Senin (18/10/2021).


Pembolehan PTM memiliki aturan ketat dalam pemberlakuan Protokol Kesehatan (Prokes).


Semua sekolah wajib memiliki pengukur suhu badan/thermo gun, memenuhi kriteria dalam penerapan sarana prasarana penunjang disiplin Prokes dan membatasi durasi kegiatan belajar mengajar paling lama 2 sampai 3 jam saja.


Selain itu, sekolah harus terkoneksi dengan Satgas Covid-19, sebagai antisipasi ada kasus penularan dan mengetahui tindakan tepat untuk penanganannya.


‘’Disdikbud Nunukan memberikan sarat agar setiap sekolah bekerja sama dengan Satgas covid-19, khususnya Satgas di tingkat RT dan Kelurahan,’’lanjutnya.


Satgas di satuan pemerintahan terkecil tersebut menjadi ujung tombak dalam pelaporan kasus penyebaran covid-19. Dan menjadi barometer untuk mengambil kebijakan dalam segala hal di Nunukan.


Disinggung akan keharusan vaksin untuk salah satu sarat PTM, Widodo menegaskan, sarat tersebut bukan keharusan. Merujuk SKB 4 Menteri, yang menjadi kriteria adalah level PPKM.


Namun demikian, Disdikbud Nunukan akan berupaya untuk penerapan PTM sebaik mungkin.


Widodo mencontohkan, mekanisme yang akan dilakukan adalah, murid sekolah dibagi dua shift. 


Jam pagi untuk murid yang sudah vaksin, dan jam siang untuk yang belum mendapat vaksinasi covid-19, atau sebaliknya.


Berbeda dengan guru yang mengajar. Setiap guru yang memberikan pengajaran di sekolah, wajib sudah vaksin.


Widodo kembali menegaskan, untuk persoalan ini, Kabupaten Nunukan punya aturan yang ditegaskan Sekda Nunukan, bahwa akan ada sanksi bagi guru yang belum vaksin, termasuk mengacu pada PP 53 tentang disiplin PNS. 


‘’Jadi saat ini, seluruh sekolah sudah melakukan PTM. Tentunya dengan pengawasan dan evaluasi yang ketat serta menyeluruh nantinya,’’tegas Widodo.(02)