Kaum Milineal Bakal Ikut Meramaikan Pilgub Kaltara

Kaum Milineal Bakal Ikut Meramaikan Pilgub Kaltara

Nunukan - Angin segar demokrasi terus meniup dengan bunga-bunganya yang semakin mekar pada kaum milineal untuk mengambil kesempatan untuk berkiprah di Pilkada Kalimantan Utara. 


"Gerakan milineal bisa melahirkan perubahan sosial dan keterbukaan politik yang memungkinkan ikut berpartisipasi dalam politik. Dan tak bisa dipungkiri, bahwa budaya poltik lokal mempunyai pengaruh penting dalam pertumbuhan demokrasi saat ini," kata salah seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya pada Wartawan di Nunukan Kalimantan Utara (Kaltara) Minggu (20/12/2019).


Menariknya kata dia, ada kalangan milineal yang ingin ikut terlibat langsung mencalonkan diri pada Pilgub Kaltara. Sebut saja, Haji Irwan Sabri yang tak canggung-canggung ingin maju pada pilkada 2020 nanti. Dan tentunya sudah siap melawan para politikus yang berpengalaman yang sudah lama menggeluti perpolitikan didaerah ini.


Apalagi untuk saat ini, kaum milineal yang sudah masuk dalam sistem perpolitikan di tanah air, itu terbukti bukan kaleng-kaleng. Pasalnya, banyaknya kaum milineal ikut berpartisipasi ikut pilcaleg ada beberapa yang lolos di parlemen senayan sebagai wakil rakyat yang khusus mewakili kaum milineal. Dan bahkan sebagai kepala daerah pun itu sudah banyak kaum muda-mudi berhasil jadi Bupati dan Gubernur.


Dia menambahkan, kalau kaum milineal banyak dilibatkan dalam pemerintahan maka ide-ide cemerlangnya dalam mengembangkan daerahnya, itu akan selalu menjadi segar dan bugar, yang inovasinya semakin tinggi dan bisa mengeksplorasi potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah didaerah ini. 


Selain itu kata dia, kaum milineal seperti Irwan Sabri yang secara eforia mungkin tak mampu menahan hasratnya untuk menyalami lebih jauh dunia politik lebih tinggi lagi yakni maju sebagai salah satu kandidat di Pilgub Kaltara nabti, dan ini sudah terbukti masuk anggota Dewan 2 periode. Bahkan suara Irwan Sabri adalag terbesar di Kaltara-Kaltim, dan ini membuktikan bahwa kaum milineal semakin bersahaja dipercaturan politik.


"Kalau selama ini, Irwan hanya berjuang khusus bagi masyarakat Nunukan saja, akhirnya tergelitik untuk melirik Kaltara yang sesuai dengan ideologi perjuangan yakni kepentingan rakyat adalah segalanya," ujarnya.


Masih kata dia, wong milineal memiliki flatform seperti Irwan Sabri, Danni Iskandar dan yang lainnya, yang orientasi yang ideal tentang pembangunan maupun ideologi  dan keberpihakannya kepada kemashalatan masyarakat kedepannya. Apalagi kedua tokoh muda ini sebagai tokoh yang berlatar belakang tokoh pengurus partai adalah boleh dikatakan reformis-reformis sejati yang tidak mempunyai beban masa lalu.


"Kiranya Pilhan Irwan dan Danni Iskandar tidaklah keliru lagi, dan yang jelas ia betah lantaran sejumlah pengurusnya tahu betul rekam jejaknya. Sehingga, tak terelakkan lagi Irwan dan Danni adalah magnit di partainya. Dan harus di catat, ia berdua mengilhami sebagai orang yang berbondong-bondong masuk di partainya dan sebahagian lainnya menaruh harapan besar kepadanya untuk menerjamahkan cita-citanya," jelasnya.


Bicara ketokohan, walaupun Irwan Sabri sebagai kaum milineal, itu ibarat madu yang muda di cicipi masyarakat untuk menyisir massa. Bekalnya sebagai orator sejak di kampus, membuktikan dirinya bahwa ia handal menstimulir histeria massa dalam memperjuangkan strategi politiknya di daerah ini. (Andi Kamil)