Masyarakat Desa Binalawan Sebatik Inginkan Perluasan Sungai Untuk Lalu Lintas Menuju Lokasi Penjemuran Rumput Laut

Masyarakat Desa Binalawan Sebatik Inginkan Perluasan Sungai Untuk Lalu Lintas Menuju Lokasi Penjemuran Rumput Laut
Anggota DPRD Kab.Nunukan Dapil Sebatik Andre Pratama saat menyerap aspirasi masyarakat di Kampung Enrekang, Desa Binalawan, Sebatik Barat.
Nunukan – Masyarakat Desa Binalawan Sebatik Barat menginginkan pelebaran sungai untuk memudahkan lalu lintas perahu pengangkut rumput laut menuju lokasi penjemuran.
 
Sungai yang berada tepat di perbatasan antara Kampung Enrekang dan Kampung Telang tersebut menjadi urat nadi masyarakat petani rumput laut.
 
‘’Yang memanfaatkan lokasi penjemuran disini ada beberapa desa atau kampung. Mulai Kampung Telang, Kampung Baru, Kampung Sinjai, dan sebagian warga Desa Liang Bunyu,’’ujar salah satu tokoh masyarakat Kampung Enrekang, Mahmud, Minggu (21/11/2021).
 
Permohonan perluasan sungai tersebut disuarakan dalam penjaringan aspirasi yang dilakukan Anggota DPRD Nunukan Andre Pratama.
 
Sungai yang diusulkan diperluas memiliki panjang sekitar 150 meter dan berjarak sekitar 1,5 Km dari laut.
 
Sungai kecil ini pernah diperluas secara swadaya oleh masyarakat pembudi daya rumput laut pada sekitar 2018.
 
‘’Perputaran ekonomi masyarakat sekitar Sebatik Barat yang mayoritas bekerja sebagai petani rumput sangat bergantung dengan sungai ini. Sekarang penjemuran agak susah, di bantaran sungai ini adalah lokasi strategis dan paling mudah dijangkau,’’katanya lagi.
 
Mahmud mengatakan, meski nantinya perluasan sungai akan membuat sebagian tanahnya hilang, ia mengaku rela bahkan menghibahkan tanahnya demi menjamin kelancaran ekonomi pembudi daya.
 
‘’Disini sudah menjadi lokasi penjemuran rumput laut dari beberapa wilayah. Seandainya sungainya diperluas, banyak kapal akan sandar disini dan membongkar rumput lautnya untuk dijemur. Tidak ada pembayaran dari dulu, semua gratis,’’lanjutnya.
 
Sementara itu, Andre Pratama mengatakan, sungai yang berada di perbatasan Kampung Enrekang dan Kampung Telang di Sebatik Barat memang menjadi andalan petani rumput laut.
 
Puluhan perahu mengangkut rumput laut menjadikan bantaran sungai sebagai tujuan penjemuran hasil panen mereka, sehingga perluasan sungai memang menjadi perkara yang dibutuhkan masyarakat.
 
‘’Sementara kita libatkan konsultan untuk mengukur panjang dan luasan yang diperlukan. Usulan ini akan kita perjuangkan dalam Pokok Pikiran (Pokir) dan kita masukkan dalam SIPD. Semoga bisa terealisasi,’’kata Andre.
 
Andre juga memandang permohonan tersebut adalah atensi yang prioritas karena berhubungan dengan perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
 
Kalau selama ini para petani rumput laut selalu swadaya melakukan segala sesuatunya, maka pemerintah mempunyai kewajiban mengakomodir apa yang diminta dan dimohon oleh mereka.
 
Ia menegaskan, permohonan perluasan sungai untuk tambat perahu rumput laut justru sebuah usulan sangat mendesak. 
 
‘’Bagaimanapun itu tentang seberapa cepatnya ekonomi berputar dan menopang ekonomi mereka. Pemerintah sudah sewajarnya memberikan apa yang mereka mau, terlebih secara ekonomi, masyarakat selalu berjuang sendiri di masa pandemik tanpa pernah mengandalkan pemerintah,’’katanya.(02)