Mutasi Akhir Tahun, Laura: Kalau Tidak Puas Silahkan Ajukan Pengunduran Diri

Mutasi Akhir Tahun, Laura: Kalau Tidak Puas Silahkan Ajukan Pengunduran Diri

Nunukan - Bupati Nunukan Hj.Asmin Laura Hafid, SE.MM melakukan mutase untuk jabatan tinggi pratama, administrator, pengawas dan fungsional, Selasa 31 Desember 2019.


Pemkab Nunukan melantik Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ahmad sebagaimana SK Mendagri yang diterima awal Desember lalu.


Selain itu, ada pelantikan jabatan kepala seksi untuk rumah sakit Pratama Sebatik yang menandakan segera beroperasinya layanan medis tersebut.


Laura menegaskan bahwa mutasi terhadap 77 pejabat struktural dan 16 pejabat fungsional ini, merupakan bagian pelaksanaan managemen apatur sipil negara (ASN) dengan dilandasi pertimbangan untuk pelayanan yang tanggap, responsif, efektif dan efisien.


"Juga untuk penyegaran mengatasi kejenuhan ASN sekaligus menjadi jalan untuk mengembangkan karir dan kemampuan"ujarnya.


Saat ini, ASN harus menyadari perkembangan teknologi dimana setiap pelayanan kurang memuaskan menjadi sorotan dan begitu mudahnya diupload oleh masyarakat di medsos sehingga itu akan menjadi barometer penilaian atas kinerja ASN dan sebagai pertaruhan citra Pemerintahan Nunukan.


Untuk itu ASN harus menjaga citra baik Pemkab dengan cepat beradaptasi dan memberikan pelayanan prima sesuai bidang masing-masing, dan tak perlu selalu membawa masalah internal OPD yang dipimpinnya ke meja Bupati, karena itu dikatakan Laura sebagai perkara tak elok, tak elegan dan tidak menarik, dan justru menunjukkan ketidak mampuan dalam memimpin birokrasi.


Laura menegaskan, pendelegasian ini adalah bentuk penyerahan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dan dipertanggung jawabkan baik kepada Bupati selaku pejabat pembina kepegawaian dan kepada masyarakat.


Soal mutasi, lanjut Laura adalah peristiwa biasa, dan sesuai sumpah PNS siap ditempatkan dimana saja di wilayah NKRI. 


"Saya tak mau mendengar ada suara tidak puas dengan penempatannya, harap diingat, sebelum sampai kepada saya, mutasi telah dibahas di Baperjakat, segala masukan Baperjakat tentu menjadi petimbangan mengambil keputusan, kalau ada yang tidak puas, saya persilahkan mengundurkan diri"kata Laura.


Dalam mengatur pemerintahan, seorang Bupati butuh orang-orang yang bekerja sepenuh hati, terus bersama berusaha mewujudkan visi misi dalam melaksanakan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.


Loyalitas tentu menjadi prinsip yang dipegang, sehingga dari sejumlah laporan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh beberapa ASN, Laura meminta kadis, kabid, ataupun kasi memberikan hukuman disiplin terhadap bawahan mereka, sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing, bila perlu lakukan tindakan tegas dengan melaporkannya ke BKPSDM untuk ditindak lanjuti.


"Kita juga akan melakukan penyederhanaan birokrasi Pemda, sesuai surat edaran Mendagri, jabatan struktural yang potensial untuk disederhanakan menjadi jabatan fungsional adalah jabatan eselon IV pada instansi pelayanan publik, perizinan dan investasi,"kata Laura.


Sorotan menarik dalam mutasi kali ini adalah adanya penyidik PPNS di Satpol PP yang telah dilantik menjadi penyidik namun terkena gelombang mutasi. Padahal sekolah yang dijalaninya atas biaya APBD.


Menanggapi persoalan ini, Laura mengatakan bahwa yang bersangkutan termasuk ASN tak disiplin sehingga masuk dalam list pejabat yang dimutasi. Namun demikian tentu saja penggantinya nanti akan mendapatkan pelatihan-pelatihan yang bisa menunjang kinerjanya.


"Ada catatan khusus yang bersangkutan dari laporan kepala dinas, kerja tak optimal, sehingga jadi pertimbangan, semoga di tempat baru lebih produktif,"katanya. (Dzulviqor)