Pemuda Pemudi Perbatasan RI – Malaysia Gelar Upacara Sumpah Pemuda di Kolam Pemancingan

Pemuda Pemudi Perbatasan RI – Malaysia Gelar Upacara Sumpah Pemuda di Kolam Pemancingan
Nunukan – Sekitar 2000 pemuda pemudi di perbatasan RI – Malaysia menggelar upacara Sumpah Pemuda ke 93 di kolam pemancingan di SMKN I Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.
 
Konseptor acara, Wahid mengatakan, kolam pemancingan dengan panjang sekitar 200 meter dan lebar sekitar 65 meter ini dipilih dengan tujuan menyelaraskan tema Sumpah Pemuda ke 93 ‘’Bersatu, Bangkit dan Tumbuh’’.
 
‘’Seluruh Pemuda Pemudi Pulau Sebatik hari ini bersatu padu mengadakan upacara hari Sumpah Pemuda tanpa melihat perbedaan kasta, budaya dan agama. Mereka melebur dalam satu sumpah yang pernah terucap, Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa,’’ujarnya, Kamis (28/10/2021).
 
Seremoni peringatan hari bersejarah ini dilakukan dengan kebersamaan. Mereka membuat kolam pemancingan ikan semenarik mungkin termasuk membangun panggung mungil tempat inspektur upacara di tengah kolam.
 
Konsep upacara di pemancingan juga mengaplikasikan tema Bersatu, dimana beragam komunitas dan etnies antusias menyiapkan segala kebutuhan untuk peringatan dengan rasa Bhinneka Tunggal Ika.
 
Untuk Bangkit, level sebaran wabah covid-19 yang kini sudah level 2, menjadi alarm yang membangkitkan semangat pemuda untuk bersama sama maju dan kembali menghidupkan sebuah semangat cinta NKRI di batas negeri.
 
Sementara untuk Tumbuh, ikon kolam pemancingan adalah miniature dan perlambang adanya upaya menggerakkan roda perekonomian di Perbatasan Negara.
 
‘’SMKN I Nunukan bertujuan menjadikan lahan seluas 30,5 hektar yang mereka miliki sebagai salah satu destinasi wisata di Pulau Sebatik. Ada kolam ikan, kebun buah buahan seperti durian, kelengkeng dan banyak jenis buah lain, yang sejatinya akan menghasilkan income untuk dikelola dengan tujuan kemajuan sekolah,’’katanya.
 
Meski sederhana, konsep ekonomi dalam pemerintahan kecil seperti SMKN 1 Sebatik perlu dicontoh dan diterapkan karena bisa menjadi salah satu solusi mendatangkan income bagi daerah di tengah pandemic yang tak berkesudahan ini.
 
Upacara inipun didukung oleh Satgas Marinir sebagai Pembina dan penyemangat para pemuda dalam menjaga kedaulatan NKRI.
 
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nunukan (Disdikbud) Nunukan Junaedi selaku Inspektur upcara mewakili Bupati Nunukan Hj.Asmin Laura Hafid mengatakan, pemuda menjadi harapan masa depan.
 
Namun jika tidak diikuti dengan komitmen untuk terus bersatu, maka impian menjadi bangsa yang unggul tidak akan pernah terwujud.
 
‘’Persatuan menjadi sarat mutlak bagi sebuah loncatan dan perubahan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan yang semakin berat. Pandemic covid-19 yang saat ini belum berakhir tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat tetapi juga mempengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan social masyarakat,’’kata Junaedi membacakan sambutan Bupati Nunukan.
 
Ia melanjutkan, penanganan covid-19 saat ini sudah menunjukkan hasil yang baik.
 
Pencapaian ini bukan hanya kerja pemerintah saja, melainkan berkat partisipasi seluruh lapisan masyarakat terutama peran para relawan, ketaatan protocol kesehatan masyarakat dan kerja keras para tenaga medis.
 
‘’Pencapaian ini harus jadi momentum bagi kita untuk bergerak bersama memajukan ekonomi di masyarakat. Termasuk ekonomi yang mendorong kemandirian para pemuda dalam mensejahterakan diri sendiri keluarga dan masyarakatnya,’’tutup Junaedi.(02)