Polres Nunukan Upayakan Mediasi Lanjutan Dalam Kasus Cyber Bulying dan Body Shaming Oleh Istri Anggota DPRD Nunukan

Polres Nunukan Upayakan Mediasi Lanjutan Dalam Kasus Cyber Bulying dan Body Shaming Oleh Istri Anggota DPRD Nunukan
Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP.Marhadiansyah Tofiqs Setiaji
Nunukan – Unit Resor Kriminal (Reskrim) Polres Nunukan Kalimantan Utara berupaya melakukan mediasi lanjutan pada kasus dugaan pelanggaran Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) oleh istri salah satu anggota DPRD Nunukan Kalimantan Utara FRD.
 
Kasus ini masih bergulir dan masih dalam proses penindakan sejak dilaporkan remaja putri berusia 17 tahun bernama EF pada 28 September 2021.
 
FRD juga dilaporkan menjadi pelaku body shaming oleh MH (23). Laporan tersebut didasari oleh unggahan FRD di Instatory miliknya yang mengatai MH sebagai transgender dan menyamakan wajahnya dengan helm.
 
Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP.Marhadiansyah Tofiqs Setiaji mengatakan, sejauh ini, Polisi sudah melakukan mediasi, namun belum ada titik temu dari kedua belah pihak, baik terlapor ataupun pelapor.
 
‘’Kita sedang menjadwalkan untuk mediasi yang kedua dengan harapan bisa didamaikan,’’ujarnya, Rabu (27/10/2021).
 
Marhadiansyah menegaskan, proses hukum dipastikan terus berjalan dan Polisi selalu mencoba menjadi penengah agar terjadi kesepakatan damai antara kedua belah pihak.
 
Ia berharap kedua belah pihak berlapang dada dan bisa saling memaafkan ketimbang kasus ini harus berkepanjangan dan berakhir ke meja hijau.
 
‘’Upaya kita selalu mediasi, kita coba sekali lagi panggil untuk kedua kalinya. Kita akan melihat apakah ini berakhir damai atau terpaksa sampai pengadilan,’’tegasnya.
 
Dua laporan dugaan pelanggaran ITE, masing masing cyber bullying dan body shaming ini, adalah buntut dari peristiwa perkelahian antara dua remaja putri bernama EF (17) dan NSDK (18), pada 22 September 2021.
 
Perkelahian yang dimulai saling ejek di media social ini terjadi di Jalan Lingkar Nunukan Selatan, dan melibatkan dua kelompok.
 
Alhasil, terjadi saling lapor Polisi, dimana kedua kubu memposisikan diri sebagai korban. 
 
Selama proses penyelidikan oleh Polisi, FRD yang memiliki hubungan kekerabatan dengan NSDK, terus melakukan perundungan terhadap EF di Medsos, dengan alasan membela keluarganya. 
 
FRD mengklaim telah menyewa jasa pengacara Dr.Muhammad Tahir Denreng untuk membela kasusnya.
 
Keluarga EF (17) juga tidak tinggal diam, melalui Penasehat Hukumnya, Rianto Junianto, mereka balik melaporkan sekaligus melaporkan FRD melakukan cyber bullying ke polisi. 
 
Belum lagi tuntas Polisi melakukan pemeriksaan atas laporan cyber bullying, FRD kembali dilaporkan melakukan body shaming oleh MH (23).
 
FRD melalui akun instatory di.nonaktifkan_ mem-posting kata-kata yang menyebut MH dengan sebutan Bencong, dan mengomentari bentuk tubuh atau wajah MH yang disamakan dengan helm KYT.
 
Pemeriksaan atas dua kasus inipun masih berjalan. Polisi berupaya melakukan mediasi dan upaya damai. Belum ada penetapan tersangka sampai hari ini.(02)