Sebaran Covid-19 Kian Meluas, Sebanyak 8 dari 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan Dilarang Belajar Tatap Muka

Sebaran Covid-19 Kian Meluas, Sebanyak 8 dari 21 Kecamatan di Kabupaten Nunukan Dilarang Belajar Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan Nunukan Junaedi
Nunukan – Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara sempat mengirim surat kepada semua satuan pendidikan untuk memulai belajar tatap muka pada 21 Juli 2021.
 
Sayangnya, sebaran wabah covid-19 di Kabupaten Nunukan kembali meluas dan menjadikan dua kecamatan inti menjadi zona merah.
 
‘’Akhirnya kita batalkan PTM (Pembelajaran Tatap Muka), khususnya untuk Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. Dari peta Satgas Covid-19 Nunukan, dua pulau ini berstatus zona merah,’’ujar Kepala Dinas Pendidikan Nunukan Junaedi, Selasa (06/07/2021).
 
Kondisi kabupaten Nunukan tengah menjadi sorotan dan dicurigai terjadi adanya penularan varian baru jenis delta.
 
Berawal dari 17 Juni 2021 di Pulau Sebatik, dimana ditemukan adanya pelaku perjalanan dari Jakarta dan Bandung yang terkonfirmasi covid-19, wabah seakan menjalar jauh lebih cepat dari biasanya. 
 
Hasil tracing Satgas Covid-19 Nunukan mencatatkan 369 kasus penularan terjadi di wilayah pulau Sebatik dari total kasus 1754 kasus konfirmasi sampai hari ini.
 
Kecamatan lain yang juga dilarang untuk PTM adalah kecamatan Tulin Onsoi.
 
‘’Kecamatan Tulin Onsoi, statusnya zona orange, tidak aman untuk dilakukan PTM. Jadi total ada 8 Kecamatan yang dilarang PTM dari 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan,’’Tegas Junaedi.
 
PTM yang akan diberlakukan tentu dengan pengawasan ekstra ketat dan mengacu pada protocol kesehatan. 
 
Jam belajar dibatasi, suhu tubuh dan perlengkapan wajib seperti masker dan hand santitizer harus dibawa. 
 
Bangku sekolah diatur berjarak, kantin sekolah ditutup dan jam pulang juga diatur berjarak menghindari terjadi antrean keluar gerbang sekolah.
 
Sementara wilayah 3, seperti 5 Kecamatan di Krayan, 5 Kecamatan di Lumbis, Kecamatan Sebuku, Kecamatan Seimanggaris, masih menjadi wilayah aman untuk PTM. 
 
Dinas Pendidikan tetap melakukan pemantauan dan penjangkauan untuk aktifitas belajar mengajar di daerah daerah yang ada di perbatasan RI – Malaysia ini.
 
‘’Kita terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19. Semoga semu segera normal, sehingga anak anak bisa sekolah tanpa ketakutan dengan virus,’’kata Junaedi.