Sebuah Rumah 2 Lantai Semi Permanen Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korslet

Sebuah Rumah 2 Lantai Semi Permanen Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korslet
Rumah Abdul Manan yang ludes terbakar di jalan mambunut Kab.Nunukan, Selasa(17/11).

NUNUKAN – Sebuah bangunan semi permanen dua lantai di jalan Mambunut Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara ludes dilahap di jago merah, Selasa (17/11/2020) sekitar pukul 21.00 wita.


Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Nunukan Muhammad Firnanda mengatakan, petugas menerjunkan 1 unit armada mobil pemadam dan berhasil menguasai api sepenuhnya pada pukul 23.00 Wita atau sekitar 2 jam. Diduga kuat, kebakaran terjadi akibat korsleting kabel listrik di salah satu kamar rumah berukuran 15 x 12 meter tersebut.


‘’Dari beberapa keterangan yang berhasil dihimpun di lapangan, api berasal dari korsleting listrik, dan kalkulasi kerugian diperkirakan mencapai Rp. 500 juta.’’kata Firnanda.


Adapun korban kebakaran, saat ini menempati bangunan kios kelontong di samping rumah eks kebakaran, yang juga milik dari korban. Banyak warga sekitar yang merupakan keluarga dekat korban sehingga mereka tidak kesulitan tempat tinggal.


‘’Kebetulan keluarga pemilik rumah banyak disitu, dan mereka masih memiliki bangunan kios yang bisa ditinggali, disana mereka tinggal sekarang, karena gak ada bisa dipakai itu bekas yang terbakar,’’katanya.


Dikonfirmasi terkait peristiwa kebakaran, pemilik rumah Abdul Manaf (68) membenarkan dugaan adanya korsleting listrik. Ia menuturkan, saat sedang menonton televisi di lantai atas, tiba tiba Murni, anaknya berteriak kebakaran. Tak lama kemudian, tercium bau karet terbakar dan muncul asap hitam dari kamar anaknya.


‘’Saya lihat ada kabel terbakar, saya lari cepat ambil air, saya siram itu kabel yang berasap, tiba tiba api membesar dan membakar rumah kami,’’tuturnya.


Dalam kondisi terkejut dan panik akibat api yang membesar tiba tiba langsung menyambar kain di kamar anaknya dan menyebar dengan cepat ke dinding kayu, Manaf meminta anggota keluarga yang ada di lantai bawah segera mematikan meteran listrik.


Sayangnya, kepanikan tersebut membuat keluarga tak mengindahkan perintah Manaf, sehingga api dengan cepat menyebar dan meluluhlantakkan semua perabotan, tanpa ada sedikitpun yang sempat diamankan.


Ada sekitar 8 orang di rumah tersebut, dan semua berhasil menyelamatkan diri sembari berteriak meminta pertolongan.


‘’Semalam ada 3 keluargaku mau pulang kampung ke Sulawesi, mereka ada di bawah, kami terhambur keluar, berteriak semua orang tolong tolong kebakaran, ndak ada tersisa itu namanya barang, semua dimakan api.’’katanya.(Dzulviqor)