Tahun Ajaran 2021, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Menumpang Belajar di Gedung SD

Tahun Ajaran 2021, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Menumpang Belajar di Gedung SD
Kadisdikbud Nunukan H.Junaedi (tengah) saat melakukan monitoring sekolah sekolah di wilayah terpencil di kabupaten Nunukan

Nunukan - Ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara bakal menumpang di gedung SD setempat dalam proses belajar mengajar di Tahun Ajaran 2021.


Hal tersebut dikarenakan gedung SMP over kuota, sehingga tidak mampu lagi menampung calon murid baru.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Nunukan H.Junaedi SH mengatakan, hanya ada 2 SMP di Kecamatan Tulin Onsoi.


‘’Sementara SD ada sekitar 12 sekolah, satu sekolah ada yang muridnya lebih 400, sehingga tidak mungkin ditampung seluruhnya di SMP,’’ujarnya, Sabtu (27/2/2021).


Dijelaskan Junaedi, sekolah sekolah di Kecamatan Tulin Onsoi dipenuhi dengan anak anak buruh pabrik kelapa sawit.


Ada ribuan buruh perusahaan sawit di wilayah ini, sehingga tidak sedikit dari anak anak warga setempat, yang memilih melanjutkan sekolah SMP ke kecamatan terdekat, di Kecamatan Sebuku atau Kecamatan Lumbis.


Mereka terpaksa indekost atau menumpang di rumah saudara.


‘’Inilah masalah kita, saat ini masyarakat sudah menghibahkan tanah, legalitasnya ada, diketahui aparatur desa juga, itu yang akan kita dorong ke pusat, agar ada dukungan pembangunan gedung sekolah baru,’’kata Junaedi.


Kendala ini menjadikan sejumlah siswa baru harus belajar di gedung SD sementara waktu, sampai gedung SMP baru akan terbangun.


Proyek pembangunan gedung baru SMP di Tulin Onsoi tengah dikebut oleh Disdikbud Nunukan, Junaedi mengatakan, usulan tersebut, sudah direspon oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR).


‘’Sementara waktu, kita pinjam sekolah SD di kecamatan setempat, mau bagaimana karena tidak tertampung mereka, semoga bangunan baru secepatnya jadi,’’harap Junaedi.


Keadaan gedung sekolah yang over kuota bahkan dialami juga di wilayah perkotaan, namun saat ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga telah membangun gedung sekolah baru di area Jalan Lingkar Nunukan Selatan.


Menyoal kekurangan gedung sekolah, warga perbatasan RI – Malaysia di desa Panas yang ada di kecamatan Lumbis Pansiangan juga menyuarakan keluhan mereka.


Para orang tua murid meminta Disdikbud Nunukan juga menyuarakan keinginan gedung sekolah SMA dibangun di lokasi yang memang menjadi perbatasan langsung dengan negeri jiran ini.


Para orang tua di Lumbis Pansiangan, selama ini selalu khawatir saat anak mereka berangkat sekolah.


‘’Jarak dari hulu ke hilir memang jauh, butuh beberapa jam untuk sampai sekolah menggunakan perahu, jadi memang cukup beralasan orang tua murid takut,’’lanjut Junaedi.


Sama halnya dengan kecamatan Tulin Onsoi, warga kecamatan Lumbis Pansiangan juga sudah menyiapkan lahan hibah demi gedung sekolah.


‘’Kami akan foolow up masalah ini ke pusat, semoga ada dukungan dan solusi dari pemerintah RI, karena ini menyangkut kelangsungan pendidikan untuk generasi di perbatasan,’’tegasnya.(02)