Tak Kapok Ketahuan Selingkuh, IRT di Sebatik Digerebek Bersama Berondong di Kamar Kostan

Tak Kapok Ketahuan Selingkuh, IRT di Sebatik Digerebek Bersama Berondong di Kamar Kostan
Pelaku perselingkuhan Enju saat di gerebek oknum polisi di kamar kost kostan

Nunukan – Dugaan perselingkuhan antara istri pengusaha Sembako di Pulau Sebatik Kalimantan Utara, TIK (29) dengan karyawannya bernama Enju (24) menjadi sorotan warga setempat.


Bagaimana tidak, TIK merupakan istri dari eks pengusaha Hand Phone yang cukup dikenal di kalangan masyarakat, RP (42).


Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP.Marhadiansyah Tofiqs Setiaji mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dugaan perselingkuhan dan perzinahan yang dilaporkan pengacara RP. 


‘’Laporan tersebut menjadi laporan balasan dari TIK yang merupakan istrinya. TIK melalui pengacaranya melaporkan adanya KDRT sebelumnya. Kita sudah melakukan panggilan kepada keduanya dan akan segera kami mediasi sebagai langkah awal,’’ujarnya, Rabu (17/11/2021).


Kasus yang menjadi sorotan warga ini semakin panas saat masing masing melibatkan pengacara untuk mendampingi proses hukum keduanya.


Pengacara RP, Rianto Junianto, saat dikonfirmasi menuturkan, kasus perselisihan rumah tangga RP dan TIK, bermula saat Hp istrinya rusak pada 30 September 2021.


‘’Karena RP ini pernah menjadi penjual Hp sukses dan bergelut dengan Hp cukup lama, dia service Hp istrinya. Saat sudah bagus, dia temukan chat mesra di aplikasi Whatsaap antara istrinya dengan salah satu pekerjanya bernama Enju,’’urainya.


Merasa emosi, RP mencoba menegur TIK dan Enju. RP menanyakan hubungan terlarang keduanya, yang diakui sudah terjalin lumayan lama sampai hubungan intim.


‘’Kalau kata klien saya, dia capek capek melawan gelombang demi antar sembako, istri malah main gelombang. Dari pengakuan Enju dia melakukan persetubuhan bersama TIK setiap RP pergi mengantarkan pesanan Sembako,’’katanya lagi.


Meski emosi menguasai fikirannya, RP masih memikirkan nasib ketiga anaknya yang masih kecil.


Ia memilih kasus tersebut diselesaikan dengan damai. Iapun meminta Kepala desa memediasi kasus tersebut.


Di hadapan Kepala Desa Sei Nyamuk Zulkifli, pada 5 Oktober 2021, keduanya mengaku sudah tidak ada kecocokan dan sepakat berpisah.


Saat itu, TIK meminta sarat agar RP memberikan uang pisah, biaya hidup dan bekal usaha sebesar Rp.100 juta.


Nantinya uang tersebut sekaligus digunakan TIK untuk biaya pulang ke kampung halamannya di kota Jambi. 


‘’Disetujuilah Rp 55 juta, dan dibayar dengan transfer ke rekening temannya. Namun kemudian dalam sidang mediasi di Pengadilan Agama, fakta itu dibantah oleh TIK,’’jelas Rian.

Pengacara RP, Rianto Junianto


Padahal, kata Rian, kesepakatan tersebut ditanda tangani diatas materai Rp 10.000 oleh kedua pihak bersengketa, disaksikan Kepala Desa Sei Nyamuk Zulkifli, dan sejumlah warga.


Seakan mendapat angin segar dengan kesepakatan tersebut, keeesokan harinya, TIK dan Enju justru dipergoki warga berada dalam kamar kos berdua dengan penampilan berantakan, diduga selesai melakukan hubungan badan.


‘’Digerebek oleh aparat desa, Petugas Polsek Sei Nyamuk dan sekitar 40 warga Tanjung Aru dan Sei Nyamuk, pada 6 Oktober 2021, sekitar pukul 05.00 wita,’’imbuh Rian.


Lagi lagi RP masih mempertimbangkan melanjutkan kasusnya ke Polisi karena anaknya sedang sakit dan butuh ibunya. 


Rian mengatakan, sejak kasus perselingkuhan terkuak, anak anak RP dan TIKA lebih memilih tinggal bersama bapaknya dan memang lebih akrab dengan RP.


Sejak kejadian tersebut, TIK pergi dan jarang pulang ke rumah. Orang tua RP yang tidak mau waktu dan energy anaknya habis untuk mengurusi masalah itu, lalu memilih menjodohkannya dengan wanita lain dan berencana untuk segera menikahkan keduanya.


Tingkah polah TIK tak sampai disitu, TIK seringkali mencari-cari masalah dan memancing keributan.


TIK sering datang ke Ruko dengan alasan mau ketemu anak-anak, membawa tempat tidur yang sekarang digunakan di kamar kontrakan TIK, mengambil akta-akta kelahiran anak, memarahi pekerja dan mencari keributan di depan pembeli sembako di toko, hingga puncaknya malah melaporkan RP atas gugatan perbuatan KDRT di Polres Nunukan pada 05 November 2021. 


‘’Sebenarnya klien saya RP, sudah tidak mau tahu dengan segala urusan TIK, tapi karena TIK yang memulai masalah dengan pengaduan palsu, memutarbalikan fakta, merekayasa jalan cerita dan memfitnah terkait dugaan KDRT di Polres Nunukan, maka klien kami RP kemudian mengadukan TIK dan Enju sesuai Laporan Polisi Nomor: STTLP/35/2021/ Kaltara/Res Nunukan/Sek Sebtim/Polda Kaltara tanggal 13 November 2021,’’katanya.


Sementara itu, Pengacara TIK, Didi Kamsidi mengatakan, pelaporan KDRT akan menjadi concern dalam persidangan kasus yang ditanganinya.


Dedi tidak mau menanggapi rentetan kasus yang terjadi sebelum adanya saling lapor.


Ia mengaku tidak tahu menahu tentang kasus dugaan perselingkuhan dan perzinahan yang dilakukan kliennya dengan pekerjanya, yang akhirnya berujung pada penggerebekan warga setempat.


Dedi hanya membantu kliennya untuk hak asuh anak anak kliennya agar sama sama mendapat jatah yang sama dengan suaminya.


‘’Sampai saat ini belum ada pemanggilan terkait itu (dugaan perzinahan dan perselingkuhan). Saya belum pernah dapat konfirmasi masalah itu juga. Dan saya tidak pernah terlibat atau dilibatkan masalah itu. Saya focus ke masalah perceraiannya dan KDRT. Kami juga berencana melaporkan terkait perkawinannya yang tanpa izin dan tanpa sepengetahuan istri sahnya,’’jawabnya.(02)