2 Pasien Covid-19 Nunukan Lakukan Isolasi Mandiri di Rumah Warga Swadaya Penuhi Kebutuhan Pangan

2 Pasien Covid-19 Nunukan Lakukan Isolasi Mandiri di Rumah Warga Swadaya Penuhi Kebutuhan Pangan


Nunukan – Masyarakat di Nunukan Kalimantan Utara memberikan dukungan penuh terhadap 2 pasien konfirmasi Corona Virus Disease 19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah, mereka bahkan swadaya menjamin jatah hidup bagi keduanya.


Kondisi ini terjadi di RT.08 RW.02 Kelurahan Mansapa Nunukan Selatan, mulai dari Lurah, ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat kompak memberikan motivasi dan dukungan moral warganya agar segera pulih dari wabah corona.


Juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penganganan Covid-19 Nunukan/TGC  Aris Suyono memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian masyarakat, tenggang rasa dan rasa tanggung jawab begitu tinggi antar sesama yang dipraktekkan menjadi sebuah pelajaran berharga yang diharapkan bisa dibudayakan oleh masyarakat lain.


‘’Apresiasi dari kami TGC dan Pemkab Nunukan, ini adalah rasa kemanusiaan tinggi, sebuah motifasi dan edukasi bahwa pasien positif covid-19 bisa diisolasi mandiri di rumah,’’ujarnya, Minggu (17/05/2020).


Aris mengatakan Pemerintah angkat jempol terhadap sikap masyarakat Mansapa, tidak semua orang sadar akan kondisi tersebut, karena memang sejatinya pasien konfirmasi positif dengan gejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri dengan pengawasan tim medis puskesmas dan pembiayaan dilakukan mandiri.


Yang terjadi adalah masyarakat dengan kompak melakukan swadaya dan bergotong royong memberikan kebutuhan dasar bagi 2 pasien tersebut, mereka menjamin kebutuhan pangan pasien aman sampai keduanya dinyatakan pulih.


‘’Terima kasih banyak atas kepedulian masyarakat Mansapa, semoga ini menjadi pelajaran untuk yang lain, kami berharap BPBD segera melakukan desinfeksi di sekitar kediaman pasien,’’lanjut Aris.


TGC mencatatkan ada 43 kasus covid-19 di Nunukan, sebanyak 22 Pasien masih dalam therapy medis dan pemulihan dengan rincian, 15 pasien berada di bangsal Isolasi RSUD Nunukan, terdiri dari 10 pasien kluster Jamaah Tabligh Gowa Sulawesi Selatan, 2 pasien kluster Temboro Magetan Jawa Timur, 2 pasien kluster Langap Malinau Kalimantan Utara, dan 1 pasien dari kluster Sukabumi Jawa Barat. Dan 7 pasien ditempatkan di gedung khusus pemulihan di puskesmas Binusan, yang semuanya merupakan kluster Jamaah tabligh Gowa Sulawesi Selatan.


Sebanyak 2 orang melakukan karantina mandiri di rumah, yaitu di kelurahan Mansapa Nunukan Selatan, dan 1 pasien berada dalam perawatan RSUD Malinau. Sebanyak 18 pasien telah dinyatakan Sembuh.


TGC juga mencatatkan masih ada  30 OTG, 34 OTG, terdapat pula 3 PDP dengan rincian 1 orang dirawat di RSUD Nunukan, 2 orang melakukan karantina mandiri di wilayah kerja Puskesmas Sebatik Tengah.


Aris juga mengatakan, tim medis TGC kembali melakukan pengambilan sample dengan metode Tes Cepat Molekular (TCM) untuk selanjutnya dikirim ke Tarakan dan dilanjutkan ke laboratorium, 


‘’Pengambilan dilakukan terhadap 18 orang, terdiri dari 9 sample follow up sebagai monitoring kesehatan, dan 9 sample untuk diagnose.’’katanya.(Dzulviqor)