Ada Apa Dibalik Mutasi Salah Seorang Pejabat Pemkab Nunukan

Ada Apa Dibalik Mutasi Salah Seorang Pejabat Pemkab Nunukan
Bupati Nunukan Hj.Laura Hafid SE,MM

Nunukan - Bupati Nunukan Kalimantan Utara Hj.Asmin Laura Hafid, S.E. M.M memberikan peringatan dan membuka jati diri oknum pejabat di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menyalah gunakan wewenang dan memeras pihak ketiga dalam administrasi kepengurusan izin dan dokumen.

Pada pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan tinggi pratama, administrator, pengawas dan jabatan fungsional di kantor Pemkab Nunukan, Jumat (22/11/2019), Laura memberi peringatan keras dan tegas atas perbuatan tercela oknum dimaksud, dimana kasusnya telah menjadi bahan pemeriksaan Polda Kaltara juga Kejari Nunukan.

"Menyalah gunakan kewenangannya, oke, secara aturan anda benar, tetapi secara etika kepegawaian bagi saya anda salah, ini yang harus saya tekankan, bekerja sama dengan kabidnya, jadi semua yang saya lantik ini penyegaran kecuali kabid itu, saya marah dengan dia,"ujar Laura.

Perbuatan oknum tersebut dianggap sebuah pelanggaran berat, dimana ia diduga melakukan pemerasan kepada pihak ketiga dan mengambil keuntungan dari ulah mereka.

Laura dengan suara tinggi menegaskan, tidak mentolerir perbuatan oknum tersebut karena mencemarkan marwah ASN dan Pemkab Nunukan.

"Bupati saja takut, tidak berani minta uang kepada pihak ketiga, kan gencar KPK seperti apa? malah PLT yang berani minta uang, haduh, saya gerebek kantornya, saya buka semua, ternyata seperti ini,"lanjut Laura.

Oknum tersebut mengaku dekat dengan keluarga Bupati, akrab dengan ayahanda dan ibunda Laura, bahkan mengatakan ia adalah saudara, akan tetapi, kedekatannya malah menjadi senjata dalam melancarkan aksi pemerasan terhadap pihak ketiga bahkan memeras masyarakat yang membuat izin dan kelengkapan dokumen di OPD yang dibawahinya.

Demikian juga, kata Laura, selama ini sebagai Bupati dirinya sudah cukup baik, ia rela pasang badan ketika hampir seluruh ASN menyudutkan oknum dimaksud, Laura juga tak segan-segan mempercayakan sejumlah perkara penting untuk ia selesaikan.

Tak dinyana, setelah perbuatannya terbongkar, dengan sendirinya sifat aslinya keluar secara alami, hampir semua laporan yang diterima adalah oknum tersebut biasa bohong dan tukang bohong, yang berkata siap saat di depan Bupati, tapi melakukan hal lain di belakang Bupati.

"Tiba-tiba menusuk saya dari belakang, terima kasih, kalau begini, sekalipun saudara, kan katanya dekat dengan ibu saya, sudah kaya saudara dengan saya, nda ada urusan, saya sudah sampaikan ke ibu saya, minta maaf untuk ini, kalau saya yang malu mungkin tidak apa-apa, kalau pemda yang malu, selesai saya buat,"tegasnya.

Masih dengan tensi tinggi, Laura menyentil kelakuan sejumlah ASN yang sering menelfon ayahandanya, Laura mengatakan, ayahnya butuh waktu istirahat, tidak perlu mengurusi ASN karena yang memangku jabatan Bupati bukanlah sang ayah melainkan dirinya.

Hal tersebut, kata dia, adalah pelanggaran etika dan perkara tak wajar, mengapa kebijakannya sebagai Bupati harus dibenturkan dengan kedua orang tuanya.

"Jangan ajak main bapak saya, ibu saya, tengah malam terima telfon, saya dengar, ternyata ASN yang diurusi, saya gak tahu siapa yang Bupati? lebih baik kalian doakan teman kalian, oknum pejabat itu supaya selamat,"kata Laura. (Dzulviqor)