Capaian Vaksin Nunukan Sudah 72 Persen, Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun Direncanakan Pertengahan Januari 2022

Capaian Vaksin Nunukan Sudah 72 Persen, Vaksinasi Anak Usia 6 – 11 Tahun Direncanakan Pertengahan Januari 2022
Ilustrasi ; vaksinasi covid19 anak usia 6 - 11 tahun di Kaltara (dok.Agust Suwandi)

Nunukan – Menyusul capaian vaksinasi dosis 1 sudah di angka 72 persen, Dinas Kesehatan kabupaten Nunukan mewacanakan vaksinasi untuk anak usia 6 – 11 tahun pada pertengahan Januari 2022.


Saat ini, pencanangan tersebut sedang digodok, sembari melakukan validasi data jumlah sasaran untuk sasaran vaksin usia anak anak usia SD tersebut.


‘’Karena capaian kita sudah lebih 70 persen, vaksinasi untuk anak harus segera dilakukan. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan segera melakukan komunikasi dengan para orang tua anak yang akan diberikan vaksinasi,’’ujar Kepala Seksi Surveylan dan Bagian Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Nurmia, Minggu (02/01/2021).


Meski capaian vaksinasi sudah diatas target nasional sebesar 70 persen, program vaksin terus digeber dengan target 100 persen sampai bulan Maret 2022.


Untuk mendukung upaya ini, Dinkes Nunukan juga sudah mendapat alokasi vaksin sinovac sebanyak 5000 vial.


Vaksinasi jenis sinovac, nantinya akan diberikan menyasar sekolah sekolah SD yang ada di Kabupaten Nunukan. 


‘’Sejauh ini instruksi vaksinasi untuk anak usia 6 sampai 11 tahun masih sinovac. Persaratannya sama dengan yang dewasa, kita catat NIKnya untuk penginputan data, serta melakukan skrining untuk memastikan tidak ada komorbitnya,’’jelasnya.


Nurmia menegaskan, pemberian vaksin covid-19 pasa usia 6-11 tahun sudah melalui kajian yang matang. Sehingga aman untuk diberikan.


“Kementerian sudah memberikan keputusan untuk memulai vaksinasi usia 6-11 tahun. Semua telah dipastikan dari sisi keamananya, serta manfaat perlindungan yang akan didapat. Jadi jangan ragu, untuk putra putrinya segera divaksin,” imbuhnya.


Nurmia juga menuturkan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun ditujukan untuk mencegah sakit berat dan kematian pada anak yang terinfeksi. 


Mencegah penularan anggota keluarga dan saudaranya, yang belum dapat divaksinasi atau mempunyai risiko terinfeksi.


“Vaksinasi anak anak ini juga sebagai dukungan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, meminimalisasi penularan di sekolah atau satuan pendidikan. Sekaligus  mempercepat tercapainya herd immunity,”paparnya.


Selain itu, Vaksinasi untuk anak juga telah mendapat rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).(02)