Dua Oknum ASN Diamankan Reskoba, Ada yang Urunan Demi Membeli Narkoba

Dua Oknum ASN Diamankan Reskoba, Ada yang Urunan Demi Membeli Narkoba
Kedua ASN yang saat ini harus meringkuk di Mako Polres Nunukan
Nunukan – Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Daerah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, MG (41) dan AT (41), diamankan Satuan Resort Narkotika Polres Nunukan Kalimantan Utara, Rabu (05/01/2022).
 
MG diketahui bekerja pada Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, sementara AT, merupakan pegawai pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Nunukan.
 
‘’Kita amankan dua orang ASN dalam operasi pemberantasan narkoba kemarin malam. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda dan rangkaian kasus yang berbeda pula,’’ujar Kasat Reskoba Polres Nunukan, Iptu.Lusgi Simanungkalit, Jumat (07/01/2022).
 
Pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan oknum ASN ini, bermula dari masuknya laporan masyarakat yang menginformasikan ada 3 orang yang diduga membawa sabu sabu, menaiki sepeda motor Scoopy warna hitam, melaju dari arah Jalan Tanjung menuju Pasar Lama.
 
Belakangan diketahui, mereka adalah MG, oknum ASN, dan 2 tersangka lain, yaitu RR (38) dan B (43). Keduanya merupakan pekerja swasta.
 
Setelah memastikan posisi target buruan, petugas melakukan pengejaran dan  memberhentikan sepeda motor tersebut.
 
Dalam pengejaran, Rabu (05/01/2022) sekitar pukul 14.05 wita di Jalan Pasar Lama/Yos Sudarso ini, salah satu terduga pelaku bernama RR sempat membuang narkoba ke jalan aspal, namun berhasil ditemukan oleh Polisi.
 
‘’Kami mendapati barang bukti narkoba seberat 0,10 gram dibuang di jalan aspal oleh pelaku RR. Kami interogasi, mereka mengaku membeli barang dari Jalan Tanjung kepada orang yang tak mereka ketahui namanya,’’katanya lagi.
 
Para terduga pelaku mengakui, bahwa barang haram tersebut dibeli seharga Rp.200.000 dari hasil patungan antara RR dan MG.
 
‘’Mereka rela urunan untuk membeli sabu sabu,’’kata Lusgi.
 
Sementara B, memiliki peran mengantar uang tersebut kepada penjual yang namanya belum diketahui dan masih dalam penyelidikan.
 
Dalam kasus ini, Polisi mengamankan 0,10 gram sabu sabu, dan 1 unit sepeda motor jenis Scoopy.
 
Sementara penangkapan terhadap AT, dilakukan pada hari yang sama, sekitar pukul 22.00 wita.
 
AT, diamankan dengan barang bukti sabu sabu seberat 0,36 gram, di café Borneo yang ada di jalan Cut Nyak Dien RT.014 Nunukan Barat. 
 
Saat itu, AT bersama seorang temannya bernama S (41), seorang pekerja swasta.
 
‘’Sebelum kita mengamankan ASN bernama AT dan temannya di café Borneo, kita menangkap dua laki laki bernama SB dan NY. Keduanya mengaku mendapat barang dari S dan kita lakukan pengembangan sampai akhirnya kami berhasil temukan S di café Borneo bersama AT,’’kata Lusgi lagi.
 
Polisi juga menggeledah keduanya. Polisi menemukan 3 bungkus plastic kecil transparan diduga berisi sabu sabu, dalam kantong celana sebelah kiri milik AT.
 
‘’AT mengaku membeli barang tersebut dari S seharga Rp.400.000,’’imbuhnya.
 
Adapun sejumlah barang bukti yang diamankan dalam kasus AT, masing masing, 3 bungkus plastik kecil transparan diduga berisi sabu sabu dengan berat bruto sekitar 0,36 gram, 1 unit Hp merk Realme warna biru ungu, 1 unit Hp merk Oppo, 2 buah gunting, 1 buah sendok terbuat dari sedotan warna putih, plastic pembungkus transparan, uang tunai Rp.2 juta, seperangkat alat hisap sabu berupa tabung/bong dan kaca fanbo, serta 1 lembar celana jeans panjang merk Levis.
 
‘’Bagi kedua ASN tersebut, kami sangkakan pasal 114 ayat (1) Subsider pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,’’kata Lusgi.(02)