HUT Armada 76, LANAL Nunukan Kukuhkan Dominasi Sebagai Ksatria Samudera Penjaga Blok Ambalat

HUT Armada 76, LANAL Nunukan Kukuhkan Dominasi Sebagai Ksatria Samudera Penjaga Blok Ambalat
Prajurit TNI AL Nunukan Kalimantan Utara saat memperingati HUT Armada Ke-76 di lapangan Dwikora Mako LANAL Nunukan, Senin (06/12/2021).
Nunukan – HUT Armada -76 diperingati prajurit TNI AL Nunukan Kalimantan Utara di lapangan Dwikora Mako LANAL Nunukan, Senin (06/12/2021).
 
Berbagai kegiatan yang menyemarakkan digelar untuk menunjukkan kekuatan dan dominasi TNI AL sebagai ksatria penjaga perbatasan samudera khususnya di blok Ambalat, sesuai tema ‘’Armada RI Ksaria Pengawal Samudera Untuk Indonesia Tumbuh Indonesia Maju’’.
 
Diantaranya ziarah ke Taman Makam Pahlawan Jaya Sakti Nunukan, anjangsana dengan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat, touring motor sembari melakukan bhakti social, pameran alutsista dan ditutup dengan khitanan masal pada Selasa (07/12/2021).
 
Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Arief Kurniawan Hertanto mengatakan, ragam perayaan dibuat untuk lebih mendekatkan TNI AL dengan masyarakat sehingga bisa bersinergi dan mampu menjalankan tugas di perbatasan dengan tanpa hambatan.
 
‘’HUT Armada 76 merupakan momentum tepat bagi segenap jajaran TNI AL untuk merefleksikan diri, melakukan instropeksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan dan pencapaian tugas tugas yang telah dilaksanakan,’’ujarnya.
 
Peringatan ini juga sebagai wujud dari upaya pelestarian nilai nilai perjuangan yang diwariskan para pendahulu dalam pengabdiannya untuk melahirkan dan membesarkan Armada RI.
 
Ini sejalan dengan amanah Kepala Staff Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, agar menjadikan para sesepuh menjadi pegangan bagi generasi penerus kini dan mendatang.
 
KSAL dalam amanahnya mengatakan, peringatan hari Armada merupakan refleksi syukur tak terhingga pada yang maha kuasa atas segalanya sehingga Armada RI senantiasa mampu menjalankan tugas samudera dengan gemilang meskipun di tengah Pandemi covid-19.
 
‘’Sebagai ksatria pengawal samudera, Armada RI harus mempu menunjukkan kekuatan yang akan menggetarkan lawan maupun kawan. Terlebih pihak pihak yang berniat merongrong kedaulatan dan mengganggu kepentingan Negara di laut,’’ujar KSAL sebagaimana dibacakan Arief.
 
Armada RI tak boleh mundur satu yardpun, karena tidak ada tawar menawar dalam urusan yang menyangkut kedaulatan dan kehormatan bangsa.
 
Prinsip tersebut harus terpatri kuat dalam jiwa prajurit meski nyawa taruhannya. Sebagai prajurit Jalasena, Armada RI harus setiap saat sigap menjalankan amanah rakyat menjaga lautan Nusantara, karena Armada RI adalah tulang punggung kembalinya kejayaan maritime Indonesia.
 
‘’Seperti yang dikatakan Bung Karno dalam pidatonya, ‘’Bangsa Indonesia tidak bisa menjadi bangsa yang kuat jika tidak menguasai samudera, jikalau tidak kembali menjadi bangsa maritime. Oleh karena itu, bila ingin menjadikan Negara Indonesia menjadi Negara yang kuat, Armada RI harus mampu mengawal dan melindungi setiap yard lautan Nusantara,’’tegasnya.
 
Untuk menjadi ksatria tangguh, Armada harus dilengkapi dengan kapal kapal perang yang mumpuni dan modern, layaknya ksatria dengan kuda perangnya.
 
Tentu hal ini bukan pekerjaan mudah, butuh waktu dan biaya tidak sedikit. Namun semangat untuk membangun Armada yang perkasa tidak pernah akan surut.
 
Karena bagi Indonesia, Armada kapal perang adalah sebuah keniscayaan. KSAL yakin Indonesia akan membangun Armada kuat yang mampu menjaga laut Nusantara dari Sabang sampai Merauke.
 
Kekuatan Armada yang dengan deru mesinnya terdengar di laut Mediterania. Armada yang ular ular perangnya berkibar di laut Natuna Utara, di Selat Malaka, di Perairan Ambalat, di laut Aru dan setiap jengkal perairan Indonesia.
 
‘’Untuk itu wahai para prajurit Jalasena sekalian, rawatlah kapal kapal kalian dengan penuh rasa bangga karena mereka adalah kuda kuda perang yang akan membawamu menggulung lawan bagaikan badai lautan. Isi diri dengan berlatih, berlatih dan berlatih, buktikan pada Rakyat Indonesia bahwa kalian layak menyandang predikat sebagai Ksatria perkasa di tengah samudera. Ghora Vira Madya Jala,’’tegasnya.
 
Peringatan HUT Armada 76, sekaligus menjadi moment penyematan tanda jasa Satya Lencana kesetiaan 24 tahun, 16 tahun dan 18 tahun bagi para prajurit yang telah memberikan pengabdian terbaiknya kepada TNI AL, TNI, bangsa dan Negara.(02)