Imam dan Pengurus Masjid diikutkan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Imam dan Pengurus Masjid diikutkan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

PROKOMPIM - Pemerintah Kabupaten Nunukan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BAZNAS Nunukan, meluncurkan program jaminan sosial yang diperuntukkan bagi pemuka agama, (imam dan pengurus masjid).

Peluncuran program dimaksud, dihadiri oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suandha, Wakil Ketua III Baznas Kabupaten Nunukan Ambotuo serta Kepala OPD terkait. Acara digelar di ruang pertemuan VIP lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Jumat (10/06), kemarin. 

Laura mengapresiasi program itu, karena selain perlindungan kesehatan, penerima manfaat juga dipastikan menerima jaminan ketenagakerjaan.

"Apa yang dilakukan hari ini merupakan wujud dari perhatian dan kepedulian dari pemerintah kepada tokoh - tokoh agama yang ada di Kabupaten Nunukan," ucap Laura.

Menurutnya, imam dan pengurus masjid serta mustahiq Baznas berperan luar biasa dalam membangun rohani dan keimanan masyarakat. Mereka juga memiliki tanggungjawab moral untuk senantiasa merawat dan memakmurkan rumah-rumah Allah SWT dimana pun berada.

Sehingga, dengan kepesertaan BPJS, mereka dapat lebih tenang dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diembannya.

"Terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Nunukan yang memiliki inisiatif untuk mengikutkan para imam dan pengurus masjid serta mustahiq Baznas sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, " tambahnya.

Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suandha pada sambutannya menjelaskan peluncuran BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan bagian dari semangat negara untuk lebih hadir dalam melindungi warga negaranya melalui program jaminan sosial.

"Sebagai penyelenggara yang merupakan program negara jika program ini khususnya diwilayah Nunukan mencakup 90%, tentu kita semua akan merasa tenang dengan adanya perlindungan ini," ujarnya.

Asep berharap, program ini dapat bermanfaat bagi peserta khususnya pemuka agama yang tercacat sebagai peserta.

"Mudah-mudahan program-program ini akan membantu dan memberikan perlindungan, kita tidak mendoakan itu terjadi tapi negara berjanji kepada seluruh pekerja yang terlindung lewat program jaminan sosial akan merasakan manfaat itu," tutupnya. (Sumber Prokompim Nunukan)