IPSS Nunukan Dilantik, Komitmen Cetak Generasi Millenial di Perbatasan Agar Berdaya Dalam Menunjang Kemajuan IKN

IPSS Nunukan Dilantik, Komitmen Cetak Generasi Millenial di Perbatasan Agar Berdaya Dalam Menunjang Kemajuan IKN
Suasana pelantikan Ketua IPSS di Gedung Ali Akbar Jalan Fatahilah, Sabtu(19/03/2022)

Nunukan – Ikatan Pemuda Sulawesi Selatan (IPSS) di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara resmi dikukuhkan, Sabtu (19/03/2022).


Pada pelantikan yang digelar di Gedung Ali Akbar Jalan Fatahilah, Panji kepemimpinan IPSS diserahkan ketua IPSS Kaltara, Hasbudi, kepada Heriansyah yang sekaligus mentahbiskannya sebagai nakhoda IPSS Nunukan. 


Heriansyah menegaskan, IPSS merupakan forum silaturahmi pemuda asal Sulawesi Selatan yang akan mewarnai laju pembangunan di perbatasan dan berkomitmen untuk mencetak generasi yang berdaya dan siap bersaing dalam menunjang kemajuan Ibu Kota Nusantara (IKN).


‘‘Program kita salah satunya merubah mindset anak muda. Kalau merangkul usia 25 tahun ke atas mungkin sudah tidak perawan lagi dalam hal ideology, baik politik, ekonomi, dan lainnya. Kita rangkul anak anak muda di bawah 22 tahun, mereka masih perawan, sehingga kita mudah menanamkan bahwa hero hero dan glorifikasi dunia ini sudah berkembang mengikuti era technology,’’ujarnya.


IPSS akan merubah mindset anak muda dalam berkarya dan survive. Anak anak muda akan dibimbing untuk menghidupkan lahan tidur, dan mengolahnya menjadi lahan lahan produktif.


Salah satu barometer untuk itu, adalah sebuah terobosan di Surabaya, dimana ada masyarakat yang memanfaatkan lahan di tengah apartemen dengan ukuran 20x20, dan mampu memberikan hasil miliaran rupiah.


‘’Tekhnologi itulah yang harus kita sampaikan pada anak muda bahwa mindset kita jangan hanya menjadi pegawai, jangan hanya menjadi polisi. Lahan tidur kita begitu luas, manfaatkanlah,’’katanya.


Salah satu pemanfaatan lahan tidur yang representative, menurut Heriansyah, adalah tanaman porang. Tanaman yang menjadi bahan baku tepung sampai kosmetik ini, sedang naik daun.


Dalam satu hektarnya, biasa ada sekitar 40.000 tanaman dengan asumsi hasil panen mencapai Rp.800 juta.


‘’Salah satu focus kita pada ekonomi kreatif, lahan tidur kita begitu banyak dan saya harapkan pemerintah kita berikan para pemuda ruang agar bisa melakukan kegiatan positifnya. Mental anak muda saat ini lebih menjurus ke hal negative karena tidak ada ruang yang disiapkan untuk generasi pemuda,’’katanya.


Setelah dilantik menjadi Ketua IPSS, Heriansyah akan bergeser ke Pulau Sebatik dan membentuk Pemuda Penjaga Perbatasan.


Mereka akan membersihkan pantai sebagai deklarasi. Pulau Sebatik yang merupakan perbatasan RI merupakan wajah Indonesia, sehingga IPSS memandang masalah kebersihan wajah sebagai perkara wajib yang meninggikan derajat perbatasan Negara.


Lebih lanjut, Heriansyah juga menegaskan, bahwa IPSS bukan perkumpulan untuk pergerakan politik. 


IPSS murni wadah pemuda untuk memberikan sumbangsih ide dan pemikiran mereka untuk kemajuan daerah.


‘’Kalau masalah politik, itu adalah hak individu anggota IPSS. Saya selaku ketua memberi hak bagi anggota untuk memilih jalan politiknya sesuai undang undang yang berlaku. Setiap warganegara berhak menentukan hak politiknya. Tapi saya pastikan IPSS bukan mesin untuk digunakan kepentingan politik,’’tegasnya.


Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid memberikan apresiasi atas terbentuknya IPSS. 

 


Laura berharap, IPSS memberikan kontribusi pembangunan Nunukan yang merupakan wilayah perbatasan.


‘’Kita ingin IPSS benar benar menjadi wadah pemuda dan menjalankan visi misi mereka. Ini adalah wadah tempat keluh kesah dan saling membantu, yang tentunya tidak berafiliasi ke partai politik,’’katanya.(02)