Jelang Purna Tugas, Satgas Pamtas RI - Malaysia Serahkan 1.026 Liter Miras Illegal Asal Malaysia ke KPPBC Nunukan

Jelang Purna Tugas, Satgas Pamtas RI - Malaysia Serahkan 1.026 Liter Miras Illegal Asal Malaysia ke KPPBC Nunukan
Foto bersama KPPBC Nunukan dengan Satgas Pamtas RI - Malaysia saat press release serah terima minuman mengandung ethil alkohol di halaman Kantor KPPBC Nunukan.
Nunukan – Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia Batalyon Udara (Yonarhanud) 16/Sula Bhuana Cakti (SBC)/3 Kostrad menyerahkan 836 kaleng, 870 botol dan 11 jerigen Minuman Keras illegal kepada Kantor Pengawasan dan Penindakan Bea Cukai (KPPBC) Nunukan, Senin (20/09/2021).
 
Dansatgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad, Letkol Arh Drian Priyambodo, mengatakan, sejumlah Miras tersebut merupakan hasil operasi di jalur-jalur lintas batas hingga jalur tikus wilayah cakupan Satgas, mulai medio Januari – September 2021.
 
‘’Ada dua WNA Malaysia yang kita amankan dalam operasi Miras, dan keduanya kita serah terimakan ke Kantor Imigrasi Nunukan untuk proses hukumnya,’’ ujarnya.
 
2 WNA Malaysia tersebut bernama Rebit (15) dan Bakanus (21) warga Desa Bantul Pagalungan Malaysia.
 
Peristiwa bermula saat Danki Pos Labang mendapat Informasi ada WNA Malaysia yang akan melintas dari jalur Sungai Pagalungan Malaysia yang mengarah ke jalur Sungai Pansiangan Indonesia, pada 5 September 2021 lalu.
 
Jalur sungai tersebut akan melintasi pos Labang sehingga Satgas melakukan pemantauan dan pengawasan ketat.
 
Tak lama kemudian, sebuah long boat melaju kencang tanpa menghiraukan keberadaan pos jaga. Perahu tidak mengurangi kecepatan atau berhenti untuk melaporkan diri ke petugas, meski sudah diperingati.
 
‘’Kita kejar menggunakan perahu pos Labang, sampai akhirnya perahu tersusul dan kami menemukan ratusan kaleng dan botol Miras dari daerah Keningau Malaysia. Dari pengakuan kedua WNA tersebut, Miras akan dijual di Kecamatan Mansalong Lumbis Kabupaten Nunukan,’’ jelasnya.
 
Lebih lanjut, Drian mengatakan, operasi Miras illegal di perbatasan RI – Malaysia dilakukan untuk membantu aparatur kewilayahan.
 
Tidak hanya perkara Miras illegal, Satgas Pamtas akan selalu berkoordinasi terus dengan instansi terkait, guna memperkecil angka penyelundupan barang ilegal di wilayah perbatasan, dengan memperketat serta patroli di jalan tikus perbatasan.
 
Terpisah, Kepala Kantor Bea Cukai Nunukan, Chairul Anwar mengatakan, bahwa apa yang telah dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC sangat berkontribusi membantu tugas pokok Bea Cukai dalam upaya mencegah masuk dan menyebarnya minuman keras serta barang ilegal lainnya ke wilayah Indonesia. 
 
"Kami sangat terbantu dengan kegiatan yang dilakukan Satgas, salah satunya patroli untuk mencegah terhadap peredaran barang ilegal di wilayah perbatasan, sehingga mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan," katanya.
 
Menurutnya, Miras illegal tidak hanya berdampak kepada perorangan tetapi juga sangat merugikan Negara.
 
Miras tersebut masuk ke Indonesia tidak sesuai dengan prosedur dalam pelaksanaan kegiatan barang-barang illegal. Ini berpotensi merugikan Negara dari sector cukai dan pajak dalam rangka impor sebesar Rp 149.313.909.
 
Sedangkan efek lainnya, tidak bisa dipungkiri bahwa Miras menjadikan masalah dalam kehidupan sosial, serta menjadi faktor penyebab terjadinya tindak kejahatan.
 
“Terima kasih atas kerja sama yang dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad dalam mencegah peredaran barang illegal. Kami akan segera melaksanakan pendataan dan pemusnahan barang MMEA (Minuman Mengandung Ethil Alkohol),” tutup Chairul.(02)