Lima Kecamatan di Nunukan Kembali Terendam Banjir, Ini Kata Andre Pratama

Lima Kecamatan di Nunukan Kembali Terendam Banjir, Ini Kata Andre Pratama

Nunukan – Lima Kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yaitu Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Lumbis dan Sembakung Atulai kembali di landa banjir.

 

Banjir yang diduga kiriman dari Malaysia ini merupakan banjir rutin tahunan yang sampai saat ini belum ada solusinya.

 

Anggota DPRD Nunukan Andre Pratama, mengatakan musibah banjir yang terjadi di lima Kecamatan tersebut adalah musibah banjir yang setiap tahunnya pasti terjadi.

 

“Saya meminta kepada Pemerintah Daerah agar segera menetapkan status tanggap darurat terhadap kelima Kecamatan tersebut dan mendirikan dapur umum di beberapa titik di daerah yang terendam banjir,” tegasnya, Kamis (06/01/2021)

 

Menanggapi permintaan anggota DPRD, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Muhammad Amin, mengatakan, banjir yang merendam 5 kecamatan di perbatasan Negara ini, memiliki ketinggian bervariasi.

 

Sementara ini, dari laporan yang diterima petugas BPBD Nunukan di pos pos kebencanaan di wilayah terdampak, belum ada yang mencapai atap rumah.

 

Saking seringnya banjir menerpa, warga 5 kecamatan cukup berpindah ke pungkau atau para-para, yaitu sebuah papan yang disusun tepat di dalam rumah sedikit rendah di bawah atap. Di pungkau itulah warga terdampak memasak dan beristirahat.

 

"BPBD sudah menerjunkan personel untuk dropping logistic dan mitigasi bencana. Pemetaan risiko dan pendataan, arahnya sebagai kajian untuk menentukan kebijakan penanganan terhadap bencana banjir. Apakah statusnya siaga bencana, tanggap bencana atau tanggap darurat," kata Amin.

 

Amin mengakui, sejauh ini, kalkulasi kerugian sampai daya rusak banjir tahunan ini, belum terpetakan dengan baik.

 

Data yang terakhir tercatat di BPBD adalah peristiwa pada awal 2021, saat itu, banjir kiriman dari Malaysia tersebut merendam Desa Butas Bagu, Desa Labuk, Desa Pagar, Desa Tujung, Desa Manuk Bungkul, Desa Atap, Desa Lubakan, dan Desa Tagul.

 

Ketinggian banjir di wilayah ini mencapai 2,1 meter hingga 4 meter. BPBD Nunukan mencatatkan, sebanyak 948 rumah dengan 1.552 KK dan 5.682 jiwa terdampak.

 

"Selama ini, kita belum bisa melakukan kajian mendalam terkait perhitungan dampak kerusakan akibat banjir. Data sementara yang masuk sampai hari ini, dari 5 Kecamatan terdampak, ada 16 Desa di Lumbis Ogong, 9 Desa di Lumbis, dan 8 Desa wilayah bantaran sungai di Sembakung Atulai," tutupnya.(01)