Operasi Gabungan TNI dan Satreskoba Nunukan, Seberat 101,47 Gram Sabu Sabu Asal Malaysia Diamankan di Pulau Sebatik

Operasi Gabungan TNI dan Satreskoba Nunukan, Seberat 101,47 Gram Sabu Sabu Asal Malaysia Diamankan di Pulau Sebatik
Keenam tersangka (duduk) yang berhasil diamankan oleh Tim Gabungan TNI dan Satreskoba Nunukan saat melakukan operasi di Pulau Sebatik

Nunukan – Narkotika golongan 1 jenis sabu sabu seberat 101,47 gram, diamankan Tim gabungan operasi narkoba wilayah perbatasan RI – Malaysia, terdiri dari Kodim 0911/Nunukan, Satgas Pamtas RI – Malaysia Yonarmed 18/Komposit Buritkang, Satgas Gabungan Intel (SGI) dan Unit Reskoba Polres Nunukan Kalimantan Utara, Jumat (28/01/2022) sekitar pukul 01.00 wita.


‘’Pukul 14.00 wita Kamis 27 Januari, kami menerima informasi adanya pengedar narkoba yang akan beroperasi diantara Desa Aji Kuning dan Desa Sei Limau, Pulau Sebatik. Kami melakukan koordinasi dengan Satgas dan Polisi, lalu berangkat menggunakan speed boat menuju Mantikas,’’ujar Kasdim 0911/Nunukan, Mayor Inf Aditya Susanto, melalui pesan tertulis.


Tim gabungan melakukan penyisiran lokasi dan pemantauan, terlihat seorang laki laki mencurigakan berada di pinggir jalan Desa maspul.


Laki laki tersebut mengaku bernama Amzah alias Ancah. Tidak ditemukan adanya narkoba dalam tubuh Amzah, namun setelah diinterogasi, ia mengaku sedang menunggu sabu sabu dari Sungai Pukul Malaysia.


Ketika interogasi sedang dilakukan, tiba tiba sebuah pesan masuk di Hp Amzah, memberitahukan bahwa barang pesanan (sabu sabu), sudah keluar dari Sungai Pukul, dan dibawa oleh seseorang bernama Aming warga Rt 003 Desa Maspul Sebatik.


‘’Kita lakukan pencarian ke rumah Aming, namun ternyata barangnya sudah berpindah tangan ke laki laki bernama Jumardi yang saat itu berada di rumah teman wanitanya, Tina, warga Sei Limau,’’lanjutnya.


Petugas kembali melakukan pencarian sampai akhirnya mengamankan Jumardi di rumah Tina. Jumardi lalu diminta untuk menunjukkan barang bukti narkoba yang dibawanya.


Alhasil, petugas menemukan barang bukti narkoba di rumah Jumardi di Rt 004 Desa Sei Maspul.


‘’Nakoba seberat 101,47 gram yang dikemas dengan 3 bungkus transparan, kita temukan di bawah rumah panggung dengan cara diselipkan dalam peci hitam,’’lanjutnya.


Jumardi mengaku barang tersebut diperoleh dari Sabri, warga Malaysia yang berdomisili di Sungai Pukul Malaysia.


‘’Barang tersebut dibeli dengan harga sekitar Rp 50 juta. Sabri sudah ditetapkan sebagai DPO,’’tegasnya.


Pada pengembangan kasus ini, petugas mengamankan total 5 orang pelaku, masing masing, 
1.    Hamsyah (45), buruh sawit, warga Jalan Anasta wijaya Rt. 002 Desa Mansapa Nunukan Selatan. Hamsyah merupakan pengedar sekaligus pemakai narkoba.
2.    Usman (27), seorang pekebun warga Desa Maspul Rt 004 Sebatik Tengah. Usman merupakan pemakai.
3.    Mohammad Arming alias Arming (27), petani, warga Rt 003 Desa Maspul Sebatik Tengah. Aming merupakan pemakai dan kurir.
4.    Jumardi (27) Pekebun warga Rt 004 Desa Maspul Sebatik Tengah. Jumardi berperan sebagai kurir.
5.    Rusli Alias Gondrong (24) pekebun warga Desa Aji Kuning Sebatik yang merupakan pemakai.

 


Sedangkan untuk barang bukti yang diamankan yaitu, Narkoba Jenis Sabu-sabu dengan berat 101,47 gram, 1 pucuk senapan angin beserta peluru, 5 unit Hp Android, Vivo Biru, Vivo Hitam, Oppo Hitam, Oppo Silver, Oppo Hitam, 1 songkok/kopiah hitam, kantong plastik warna hitam dan 1 keping kartu ATM BPD atas nama Jumardi.


‘’Seluruh tersangka dan barang bukti sudah dibawa dan ditangani oleh Sat reskoba Polres Nunukan untuk pemeriksaan lebih lanjut,’’katanya.(02)