Pelayaran Nunukan – Tarakan Sepi, Sejumlah Speed Boat Memilih Berhenti

Pelayaran Nunukan – Tarakan Sepi, Sejumlah Speed Boat Memilih Berhenti

NUNUKAN – Pelayaran speed boat lokal rute Nunukan – Tarakan, sepi penumpang.


Saat ini, dari 12 unit Speed boat di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan, hanya beroperasi 9 unit saja.


‘’Memang sepi penumpang. Bahkan ada beberapa speed yang memuat penumpang jauh dari keharusan. Kemarin ada yang muat enam penumpang saja. Mereka terpaksa beroperasi karena menjaga agar trayeknya tetap jalan,’’ujar Kepala UPTD PLBL Liem Hie Djung Nunukan, Frans Tony, Selasa (26/04/2022).


Dalam sehari, Frans mencatat terdapat 200 – 300 penumpang di PLBL. Jumlah tersebut harus terbagi untuk 9 speed boat yang ada.


Keberangkatan dimulai dari 07.20 wita dengan speed boat Paula, berlanjut pukul 07.40 wita oleh speed boat Tri Putri, lalu speed boat DC melayani pelayaran pukul 08.00 wita.


Pukul 08.20 wita oleh speed boat Minsen, pukul 09.00 wita, speed boat Sadewa Benuanta, dilanjutkan speed boat Sadewa Kaltara pukul 11.30 wita.


Pukul 12.00 wita, speed boat Dewa Sebakis, dan pukul 02.00 wita, dijadwal bergantian, ada speed boat Malindo, terkadang Speed boat Sinar Baru dan kadang speed boat Menara.


Tony menjelaskan, ada beberapa factor yang menyebabkan pelayaran sepi. Yang pertama, ekonomi masyarakat masih terpuruk, belum bangkit dari kondisi pasca pandemic covid-19.


Kedua, karena masyarakat malas dengan administrasi dan regulasi Prokes. Dan ketiga, dipengaruhi kenaikan harga tiket pesawat.


‘’Memang terasa sekali perekonomian sejak dihantam pandemic. Kita berharap segera berlalu dan pelayaran berjalan normal seperti sedia kala,’’imbuhnya.


Tony juga mengatakan, sepinya penumpang tidak hanya terjadi di Nunukan. Bahkan di Kota Tarakan, belum ada laporan lonjakan penumpang.


Kondisinya masih tetap landai, namun pelayaran an pelayanan penumpang masih lancar lancar saja. 


‘’Para pengusaha kapal penyeberangan juga mengeluh, cuman kadang kala mereka menerima carter dari perusahaan. Itu sedikit membantu menutup kerugianlah,’’katanya.


Untuk kasus kapal yang dicarter, Tony mengimbau pemilik kapal supaya melaporkannya ke PLBL.


‘’Laporan akan ditindak lanjuti dengan penjadwalan kapal, sehingga tidak bentrok dengan agenda keberangkatan rutin yang sudah terschedule,’’jelasnya.(02)