Pemkab Nunukan Segera Jadikan Dataran Tinggi Krayan Sebagai Destinasi Wisata Mancanegara dan Domestik

Pemkab Nunukan Segera Jadikan Dataran Tinggi Krayan Sebagai Destinasi Wisata Mancanegara dan Domestik
Dok : Humas Pemkab Nunukan

Nunukan - Dataran tinggi Krayan berpotensi menjadi destinasi wisata alam dan budaya andalan bagi Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.


Wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini, bahkan bisa menarik minat wisatawan mancanegara. 


Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, S IP.,M.Si mengtakan, potensi Krayan dalam masalah wisata perlu terus ditingkatkan. 


‘’Suasana alam yang masih murni khas hutan tropis, serta adat dan budaya masyarakat yang memiliki keunikan tidaklah dapat ditemui di tempat lain dan hal ini menjadi faktor pembeda dari destinasi wisata lainnya,’’ujarnya.


Servianus yang pernah menjabat Camat di Krayan ini mengatakan, potensi wisata tersebut bahkan sudah ditangkap oleh Negara tetangga.


Malaysia malah lebih dulu mengelola wilayah perbatasan, dengan mengembangkan destinasi wisata di daerah Ba’rio (Malaysia) yang berbatasan dengan lokasi Lembudut (Indonesia).


Melalui agen agen travel wisata di Malaysia, Ba’rio bisa menarik ribuan wisatawan dari Benua Eropa setiap tahunnya untuk berkunjung dan tinggal beberapa saat di pedesaan di wilayah Ba’rio.


Wisatawan mancanegara menikmati alam dan budaya yang khas dan unik, yang tidak didapatkan di Negara mereka. 


Selain aktifnya agen agen wisata berpromosi, Ba’rio juga didukung dengan bandara yang memadai dengan rute dan jadwal penerbangan yang cukup banyak sehingga memudahkan wisatawan untuk masuk dan keluar Ba’rio. 


Servianus mengatakan, sebenarnya Pemda Nunukan bekerjasama dengan Pemprov Kaltara dan kementerian terkait, sudah mempersiapkan segala sesuatu dalam upaya meningkatkan fasilitas dan sarana prasarana untuk mendukung sektor pariwisata.


Baik infrastruktur ataupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia dengan menyelenggarakan pelatihan pelatihan.


‘’Namun sejak adanya Pandemi Covid 19 di awal tahun 2020, hal tersebut sedikit menghambat rencana strategis pengembangan pariwisata. Terlebih pintu pintu perbatasan RI - Malaysia seperti di Long Midang dan Lembudut ditutup sejak Pandemi Covid - 19 hingga saat ini,’’jelasnya.


Kendati demikian, Serfianus tetap optimis dataran tinggi Krayan yang saat ini telah menjadi 5 wilayah kecamatan ini, memiliki prospek yang besar menjadi destinasi wisata mengingat keunikannya dan potensi sumber daya alamnya.


Krayan memiliki kekhasannya tersendiri, seperti beras organik adan yang terkenal di mancanegara, buah buahan lokal, garam gunung, dan spot - spot wisata alam yang tidak dimiliki daerah lain. 


Keyakinan ini didukung dengan keberadaan PLBN (Pos Lintas Batas Negara) Long Midang yang sementara dalam proses pembangunan.

 


PLBN akan akan memudahkan wisatawan yang datang dari Malaysia untuk pengurusan paspor masuk ke Krayan. 


‘’Bahkan bisa lanjut ke destinasi wisata lainnya di wilayah Indonesia melalui pintu Krayan. Belum lagi, apabila jalur darat  Malinau - Krayan sudah terbuka, kondisi ini akan semakin membuka peluang pengembangan pariwisata Krayan,’’kata Serfianus.(02)