Pemkab Nunukan Siagakan APD di Seluruh Puskesmas Persiapan Evakuasi Suspek Corona

Pemkab Nunukan Siagakan APD di Seluruh Puskesmas Persiapan Evakuasi Suspek Corona
Aris Suyono
Nunukan - Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara memastikan telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk proses penanganan pasien suspect Corona.
 
Salah satunya adalah mempersiapkan posko aduan di semua kecamatan, mobil ambulan dan melengkapi Alat Pelindung Diri (APD) di tiap Puskesmas sebagai antisipasi evakuasi bagi pasien yang dicurigai mengalami suspect Corona seperti panas lebih dari 38 derajat celcius, batuk, dan pilek.
 
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan Aris Suyono mengatakan, Pemkab memiliki SOP yang jelas sebagai langkah penanganan awal kepada pasien yang dinyatakan suspect Corona. 
 
"Semua pihak saling bekerjasama, kita perlengkapi puskesmas dengan APD, kita siagakan petugas paramedis dan dokter, juga mobil ambulans untuk mengangkut pasien,"ujarnya, Minggu (05/04/2020).
 
Paramedis dan tim dokter juga diantisipasi dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) dengan standar yang sudah ditentukan termasuk dengan pakaian azmat.
 
Saat ini APD coverall sebagai persiapan evakuasi telah disiapkan di tiap puskesmas, dengan rincian, Puskesmas Long Bawan kecamatan Krayan 6 APD, masing masing 5 APD untuk puskesmas Mansalong, puskesmas Sembakung, puskesmas Seimanggaris, puskesmas Nunukan, puskesmas Nunukan Timur, puskesmas Nunukan Selatan, dan puskesmas Aji Kuning Sebatik, juga 2 APD coverall di Puskesmas Lapri pulau Sebatik.
 
Ada 4 APD coverall di Dinkes Nunukan sebagai cadangan ketika mendadak ada evakuasi nantinya.
 
"Untuk RSUD Nunukan ada 425 pcs, selama sebulan kedepan Insyaalloh masih cukup,"katanya.
 
Aris menegaskan, Untuk penanganan Covid-19, Pemkab Nunukan telah mengalokasikan anggaran senilai Rp.3,6 miliar, dengan asumsi Rp.1,8 diperuntukkan untuk logistik Rp.800 jutaan, dan untuk karantina sekaligus persiapan penambahan ruang isolasi yang akan memanfaatkan gedung puskesmas Binusan Rp.629 juta.
 
Untuk penanganan pasien rujukan dianggarkan Rp.350 juta, pengiriman sample Rp.10.500.000, 
 
"Dan sisanya sekitar Rp.1,7 miliar dianggarkan untuk biaya transportasi dan personal lapangan di semua kecamatan di kabupaten Nunukan. Terkait berapa jatah Nunukan dari 4000 APD dan 20.000 Masker bantuan pusat yang datang kemarin di Tarakan, kita belum dapat kabar."lanjutnya.
 
Sementara itu, hasil tracing terhadap 49 penghuni Rusunawa, 6 diantaranya dipastikan tak memiliki riwayat kontak erat dengan 4 pasien positif di Nunukan sehingga dipulangkan.
 
Untuk kondisi 4 pasien yang dinyatakan positif, mereka terus membaik tidak ada kondisi kesehatan menurun yang terdeteksi, sementara itu Pemkab tengah mengirim sample swab dari 4 pasien lain di bangsal isolasi.
 
Data per 5 April 2020, pukul 14.00 wita, Tim gugus tugas tak menemukan ODP baru, ada 122 ODP selesai dipantau, 884 ODP Pindah, 82 ODP masih dipantau, 3 orang ditetapkan PDP dan 4 orang di bangsal RSUD Nunukan yang positif.(007)