Pengunjung Persemian Kafe di Nunukan Membludak, Pemkab Menyalahi Aturan?

Pengunjung Persemian Kafe di Nunukan Membludak, Pemkab Menyalahi Aturan?

Nunukan – Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara melaunching peresmian salah satu kafe di jalan Antasari Nunukan Timur, Selasa (09/06/2020). Peresmian ini kemudian disoal karena membludaknya pengunjung sehingga komitmen Pemkab Nunukan yang getol mensosialisasikan protokol kesehatan dalam pengendalian penularan Covid-19 dipertanyakan.

Juru bicara Pemkab Nunukan Hasan Basri Mursali, mengakui jika padatnya pengunjung menyalahi aturan dalam penanggulangan corona Virus Disease 19, namun hal tersebut terjadi pasca Bupati Nunukan Hj.Asmin Laura Hafid, S.E. M.M., menandatangani pakta integritas sebagai syarat dan kewajiban pengelolaan kafe di masa pandemi.

‘’Sebelumnya pengelola sudah menyepakati paling tidak mengundang enam puluh orang saja, setelah menanda tangani pakta integritas, Bupati pergi kami tidak tahu lagi kondisi di kafe itu,’’ujarnya, Rabu (10/06/2020).

Peresmian pembukaan kafe yang mengusung konsep food court tersebut dihadiri sejumlah pejabat teras Nunukan dari Bupati hingga anggota DPRD Nunukan membuat rasa penasaran masyarakat sehingga antusiasme mereka tidak terbendung yang berimbas pada membludaknya pengunjung saat launching.

 ‘’Mungkin karena konsep baru itu bikin penasaran warga, sehingga mereka sangat antusias dan pengunjung akhirnya memadati kafe tersebut,’’lanjut Hasan.

Aturan dalam pembukaan kafe pusat pembelanjaan dan fasilitas perdagangan sudah diatur dalam surat edaran nomor 12 tahun 2020 oleh Kementrian Perdagangan tentang pemulihan aktivitas perdagangan yang dilakukan pada masa pandemi Covia-19 dan new normal.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto tersebut juga mengatur skema new normal untuk restoran, rumah makan, warung makan dan kafe saat beroperasi. Diantaranya, kafe dan rumah makan saat beroperasi wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Misalnya jumlah pengunjung maksimal 40% dari jumlah kunjungan pada kondisi normal. Selain itu waktu kunjungan juga harus dibatasi.

Pengelola harus melakukan pemeriksaan dan kontrol yang ketat pada pintu masuk dan pintu keluar untuk mencegah terjadinya kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan.

Pemilik kafe atau restoran juga harus melakukan screening awal untuk memastikan suhu tubuh petugas, pengelola dan pramusaji tetap normal sesuai dengan ketentuan WHO. Dan pengelola berhak melarang orang yang memiliki gejala pernapasan seperti batuk, flu, sesak nafas untuk masuk. Pengunjung juga wajib menggunakan masker serta menjaga jarak antrean dengan jarak yang diatur minimal1,5 meter.

‘’Kita sebelumnya sudah meminta untuk mematuhi protokol kesehatan, tapi kita sudah menanda tangani pakta integritas, sehingga untuk selanjutnya pengelola wajib mematuhi yang tertera dalam isi pakta integritas itu,’’kata Hasan.

Lebih jauh, Hasan mengatakan, membludaknya pengunjung bukan berarti edukasi dan pesan bahwa Pemkab Nunukan sudah membolehkan pesta pernikahan, ulang tahun dan kegiatan lain yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar, aturan untuk permasalah tersebut belum ada sehingga aturan tetap mengacu pada protokol penanganan kesehatan Covid-19.

‘’Sedangkan untuk masa new normal kita menanti sampai masa tanggap darurat berakhir 11 juni 2020 nanti, kalau tidak ada SE baru, bisa jadi kita akan menerapkan konsep new normal,’’katanya.  (Dzulviqor)