Sabu Sabu Seberat 7 Kg Asal Malaysia Tujuan Pare Pare Digagalkan Satreskoba, Ini Upah Bagi Para Kurir Sabu

Sabu Sabu Seberat 7 Kg Asal Malaysia Tujuan Pare Pare Digagalkan Satreskoba, Ini Upah Bagi Para Kurir Sabu
Pres Release pemusnahan sabu di halaman Mako Polres Nunukan

Nunukan – Narkotika Golongan I Jenis Sabu sabu asal Malaysia yang hendak dibawa menuju Pare Pare Sulawesi Selatan, diamankan Satuan Resor Narkotika (Satreskoba) Polres Nunukan Kalimantan Utara.


‘’Pengungkapan kasus terjadi 4 Februari 2022. Selanjutnya pengembangan kita lakukan di Pare Pare dan Bulukumba, itu yang membuat kasusnya baru rilis,’’ujar Kapolres Nunukan AKBP.Ricky Hadianto saat press rilis, Selasa (15/02/2022).


Dalam kasus ini, Polisi mengamankan 5 Tersangka, 3 orang diantaranya berasal dari Bulukumba Sulawesi Selatan, dan memiliki hubungan saudara. 


Ketiganya adalah AS (20), dan A (19) yang merupakan kakak beradik. Juga saudara ipar keduanya, bernama S (18). 


Selain itu, ada J (28) dan AM (33). Keduanya diamankan saat mencoba mengambil pesanan narkoba mereka di Wisma Tidar Pare Pare, saat petugas melakukan operasi pengembangan kasus. 


J merupakan orang suruhan U yang diminta untuk mengambil 2 Kg sabu sabu. Sementara AM bertugas mengambil 5 Kg sabu sabu.


Sementara di Bulukumba, petugas mengamankan AS yang merupakan kurir sekaligus perekrut dari kedua saudaranya. 


Para tersangka yang merupakan kurir tersebut, masing masing diberikan janji upah menggiurkan.


Mereka diberikan upah beragam. Mulai Rp 10 juta bagi J, untuk mengambil 2 Kg sabu sabu. 


Rp. 50 juta bagi AM untuk mengambil 5 Kg sabu sabu, dan Rp 100 juta bagi AS, A dan S, untuk mengirim 7 Kg sabu sabu ke Pare Pare. 


‘’A dan S dijanjikan mobil Honda Jazz masing masing satu unit, jika berhasil meloloskan barangnya,’’jelasnya.


Seluruh pelaku narkoba memiliki profesi sebagai petani dan beralasan ekonomi dan sulitnya bekerja di masa pandemic covid-19, mendasari mereka terjun di bisnis barang haram ini.


Sayangnya, operasi pengembangan kasus diduga bocor. Para tersangka diduga memiliki kode tertentu saat ditangkap Polisi,


‘’Kode tersebut mengakibatkan hand phone orang yang menyuruh para kurir untuk mengambil narkoba di Wisma Tidar Pare Pare, yaitu U dan AN, langsung off dan kita lost kontak,’’jelasnya.


Operasi pengembangan kasus akhirnya dihentikan. Adapun barang bukti yang diamankan petugas, masing masing, 7 bungkus sabu sabu seberat 7 kg, 5 unit Hp, gulungan lakban warna putih, 1 unit sepeda motor CRF, dan 1 tas jinjing motif kotak kotak merek sport.


Kronologis kasus bermula ketika AS diminta seorang bandar narkoba di Malaysia, AG, mengambil sabu sabu di wilayah Kartam Malaysia, untuk dipasarkan di Pare Pare Sulawesi Selatan. 


AS lalu merekrut adik kandungnya A dan saudara iparnya S, dengan upah masing masing Rp.100 juta. 


Keduanya lalu berbagi tugas, S pergi ke Kartam untuk mengambil barang, sementara A tinggal di Nunukan untuk memantau keadaan.


‘’Kita amankan keduanya di wilayah Pasar Baru Nunukan Timur. Dari tas yang dibawanya, kami temukan 7 Kg sabu sabu yang dibungkus menggunakan kemasan teh China merek Guan Yin Wang,’’beber Ricky.


Polisi lalu melakukan pengembangan perkara ke Pare Pare dan Bulukumba. Disana, Polisi berhasil mengamankan, AS, J dan AM.


Polisi juga menetapkan U dan AN dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Termasuk AG Bandar narkoba di Malaysia.


‘’Para tersangka, terancam pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,’’kata Ricky.(02)