Sistem BTM Belum Dimungkinkan Untuk Daerah Pedalaman Nunukan Begini Strategi Disdik

Sistem BTM Belum Dimungkinkan Untuk Daerah Pedalaman Nunukan Begini Strategi Disdik

Nunukan – System Belajar Tatap Muka (BTM) belum bisa diterapkan untuk wilayah pedalaman di Nunukan Kalimantan Utara. Kondisi keterbatasan sarana prasarana dan kesiapan pihak sekolah menjadi alasan dari masalah ini.


Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Nunukan Widodo menjelaskan, ada dua rekomendasi yang dikeluarkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menyikapi permintaan anggota DPRD Nunukan dapil 3, 


‘’Pertama adalah Nunukan masih zona kuning dan geografis wilayah tiga yang sulit terjangkau, dan kedua adalah Disdik dan TGPP akan melakukan evaluasi dua minggu sekali untuk update analysis zonasi, jika sudah hijau, sekolah yang siap BTP boleh mengajukan diri membuka sekolah,’’ujar Widodo, Senin (20/07/2020).


System BDR tidak hanya sebatas Luring atau Luar Jaringan, tapi juga dilakukan secara Daring, Dalam Jaringan/Online, sebagaimana SE Mendikbud Nomor 15. butuh sosialisasi intens untuk menepis anggapan diskriminasi pola belajar antara anak perbatasan dan anak anak di wilayah pusat pemerintahan.


Disdik Nunukan, sudah menginstruksikan para guru/tenaga pendidik di wilayah 3 untuk membuat pos belajar, bisa di balai desa atau gedung serba guna dan dalam satu RT didata berapa banyak muridnya, membentuk kelompok atau regu belajar, lalu bergiliran belajar di pos Belajar, dengan tetap mengedepankan protocol penanganan novel corona virus SARS-Cov-2.


‘’Kalau di wilayah tak terjangkau jaringan internet, proses belajar mengajar bisa dilakukan dengan dua cara, bisa melalui siaran edukasi di stasiun TVRI atau menggunakan metode module,’’jelasnya.


Untuk metode module, guru bisa mengajar secara gerilya door to door, dengan memberikan pengetahuan, siswa diberikan tugas setelah diberi kesempatan memahami isi pelajaran lalu dikumpulkan. Sementara guru harus memberikan feed back dari apa yang telah ia ajarkan.(Dzulviqor)