Stock Vaksin Habis Padahal Capaian baru 10 Persen, Vaksinasi Covid-19 di Nunukan Terhenti

Stock Vaksin Habis Padahal Capaian baru 10 Persen, Vaksinasi Covid-19 di Nunukan Terhenti
salah satu warga yang mengikuti serbuan vaksin di Nunukan menerima suntikan tahap 1 sinovac
Nunukan – Stok vaksin sebagai sebuah upaya dalam antisipasi sebaran wabah sekaligus menjadikan masyarakat kebal terhadap covid-19 di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, terhenti akibat stock vaksin habis.
 
Koordinator Surveylan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Nurmia menjelaskan, habisnya stock dosis vaksin di gudang kesehatan Dinas Kesehatan, menjadi kendala dalam melakukan suntikan vaksin tahap 2 bagi masyarakat yang sudah menjalani vaksin tahap 1.
 
‘’Kami di Dinas Kesehatan sudah tidak memiliki stok vaksin. Jadi kegiatan vaksinasi massal sementara terhenti,’’ujarnya, dihubungi Minggu (01/08/2021).
 
Data Dinas Kesehatan Nunukan mencatat, sejauh ini pemberian dosis pertama sudah disuntikkan bagi 18.575 sasaran.
 
Sementara vaksinasi tahap 2 , baru diberikan pada 7.421 jiwa. Padahal, Dinas Kesehatan Nunukan menargetkan vaksinasi covid-19 terhadap 182.886 penduduk dari rentang usia 9 tahun sampai 60 tahun lebih di perbatasan RI – Malaysia ini.
 
‘’Melihat data, capaian kita baru di angka 10 persen lebih saja. Kita berharap segera mendapat kembali kiriman vaksin. Karena kasihan juga bagi masyarakat yang sudah vaksin tahap pertama dan harus menunggu vaksin tahap 2 dengan interval waktu terlalu lama,’’kata Mia.
 
Kondisi tersebut bahkan menjadikan Kabupaten Nunukan tidak mewajibkan sertifikat vaksin sebagai sarat pelaku perjalanan.
 
Pelaku perjalanan dari Nunukan, hanya diwajibkan membawa bukti rapid antigen. Namun demikian, kebijakan tersebut menjadi dilematis ketika dihadapkan pada ketentuan daerah tujuan, yang mewajibkan sertifikat vaksin.
 
‘’Sebenarnya butuh seritifikat vaksin, namun kita dihadapkan pada capaian vaksin. Apalagi kita masih sangat kekurangan stok, dan kita belum tahu kapan distribusi vaksin untuk Nunukan datang. Jadi kita masih menunggu itu untuk melanjutkan serbuan vaksin,’’kata Mia.
 
Sementara itu, sejak ditetapkan sebagai zona merah sebaran kasus covid-19, kasus konfirmasi di Kabupaten Nunukan terus mengalami kenaikan. 
 
Dalam sehari, data infografis Satgas mencatat ada lebih dari 50 kasus konfirmasi bahkan tidak jarang melebihi 100 kasus per hari.
 
Sampai pada Minggu ke 30, akumulasi kasus konfirmasi covid-19 di Kabupaten Nunukan sebanyak 3.509 kasus, sebanyak 2.210 pasien dinyatakan sembuh dan jumlah kasus kematian sebanyak 55 kasus.(02)