Suplay BBM Subsidi Untuk Krayan Kembali Normal Pembelian Dibatasi 3 Liter Perorang Dengan Kartu Kendali BBM

Suplay BBM Subsidi Untuk Krayan Kembali Normal Pembelian Dibatasi 3 Liter Perorang Dengan Kartu Kendali BBM

Nunukan – Distribusi BBM Subsidi untuk dataran tinggi Krayan wilayah perbatasan RI – Malaysia di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mulai berangsur normal setelah hampir tiga pekan tersendat akibat kuota yang minim.


Pesawat Air Tracktor dari maskapai Pelita Air telah kembali melayani suplay sebagaimana biasa dengan kapasitas 4 ton per hari.


Camat Krayan Heberly mengatakan, meski BBM Subsidi telah terdistribusi sebagaimana biasa, antrean panjang belum bisa terurai.


‘’Karena sudah lama makanya masih antre panjang, kami perkirakan hingga tiga hari ke depan masih bakal antre masyarakat kita,’’ujarnya, Senin (20/07/2020).


Untuk mengurai antrean, pemerintah setempat memberlakukan kartu kendali BBM, masing masing KK wajib menunjukkan kartu tersebut dengan batasan 3 liter sampai kondisi berangsur normal.


Kuota 4 ton BBM Subsidi didistribusikan untuk 5 kecamatan di Krayan, melalui 2 SPBU dan 1 APMS. Jadwal penerbangan dijadwalkan dua kali tergantung situasi cuaca.


Heberly berharap kejadian pergeseran transportasi angkutan BBM subsidi tidak kembali digeser ke wilayah lain agar pasokan BBM Subsidi tetap stabil, sehingga kondisi kekurangan BBM tidak lagi terulang. 


Sebelumnya, geliat ekonomi dan aktifitas masyarakat di perbatasan RI – Malaysia ini mulai lumpuh, banyak kendaraan baik motor atau transportasi roda empat tidak beroperasi, ini menyebabkan warga pedesaan kian terisolir.


Malah ada satu kasus dimana salah satu penduduk dari desa Wa’Yagung harus diusung tandu untuk dibawa ke puskesmas di Long Bawan yang berjarak sekitar 20 km dari desa tersebut.


Masyarakat bergantian memikul tandu berisi orang sakit, sesekali mereka berhenti untuk melepas penat akibat berjalan kaki puluhan kilo dengan beban tidak ringan, 


‘’Semakin memprihatinkan warga Krayan, kami berharap ada kebijakan khusus terkait masalah ini,’’ungkap Ketua Persekutuan Dayak Lundayeh Kabupaten Nunukan Aprem Tinus.


Belum lagi mesin genset yang tidak lagi berfungsi normal akibat kelangkaan BBM, membuat masyarakat gelap gelapan tanpa lampu, selama ini dari 89 desa yang ada di kecamatan Krayan, arus listrik belum sepenuhnya merata, hanya di pusat pemerintahan Krayan saja terpasang.


Aprem meminta kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah baik daerah atau pusat, Krayan yang memiliki geografis lebih spesifik ketimbang wilayah lain di kabupaten Nunukan tentu butuh kebijakan pembangunan merata dan adil.


‘’Agar masyarakat yang hidup di tapal batas tidak merasa terus dianak tirikan.’’katanya.


Pesawat AT 802 V - GWNL milik Pelita Air Service adalah transportasi udara satu satunya yang disiapkan pemerintah pusat untuk suplay BBM subsidi jenis Premium dan solar ke wilayah Krayan, yang terealisasi tahun 2018.


Pesawat ini dikontrak untuk membawa BBM sekitar 3-4 ton perhari melalui jalur penerbangan Bandara Juwata Tarakan menuju ke bandara Yuvai Semaring di Krayan.


Sejak masuknya BBM subsidi kebutuhan untuk kendaraan masyarakat Krayan   yang sebelumnya bergantung pada BBM Petronas milik Malaysia beralih ke BBM PT. Pertamina, Jika sebelumnya masyarakat harus membayar BBM Malaysia Rp.60.000 perliternya, kini BBM bisa didapatkan dengan satu harga yang sama dengan wilayah lain di Indonesia.(Dzulviqor)