Terjadi Penambahan 4 kasus Covid-19 di Nunukan, 2 Kasus Import dan 2 Kasus Penularan Lokal

Terjadi Penambahan 4 kasus Covid-19 di Nunukan, 2 Kasus Import dan 2 Kasus Penularan Lokal
Infografis

NUNUKAN – Dinas Kesehatan Nunukan Kalimantan Utara menerima hasil notifikasi pengambilan sample swab yang diambil pada 10 dan 11 November 2020 dari laboratorium PCR Tarakan.


Dari 17 sample yang diambil saat itu, 4 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan Aris Suyono mengatakan, 4 kasus baru tersebut menambah panjang daftar konfirmasi Covid-19 di Nunukan menjadi 73 kasus.


‘’Dari 4 kasus yang ada, 2 orang merupakan pelaku perjalanan, dan 2 lainnya kesimpulan sementara adalah transmisi atau penularan local,’’ujarnya, Senin (16/11/2020).


Pasien yang terkonfirmasi masing masing, NNK 70 berjenis kelamin laki laki berusia 17 tahun dengan alamat domisili di Jalan TVRI Nunukan Timur. Pasien ini merupakan pasien RSUD Nunukan yang menempati ruang perawatan kasus Covid-19 di ruang Cempaka.


Dia memiliki riwayat perjalanan dari Tanjung Selor pada 25 Oktober dan kembali ke Nunukan pada 28 Oktober, pada 2 November, pasien mengaami batuk, pilek dan demam, pasien juga sempat berobat ke dokter praktek. 


Pada 6 November, pasien mengeluh indera penciuman dan indera perasa hilang, pada 8 November ia berobat ke puskesmas Nunukan Timur dengan keluhan sesak nafas, batuk parah disertai demam tinggi yang akhirnya dirujuk ke RSUD Nunukan.


‘’Dilakukan swab pada 10 dan 11 November, sampai akhirnya pada 16 November, pasien terkonfirmasi positif dari hasil laboratorium. Dan kesimpulan kita ini adalah kasus import.’’kata Aris.


Pasien NNK 71 yaitu pasien berusia 66 tahun berjenis kelamin laki laki, berdomisili di jalan Hasanuddin Nunukan Utara. Tercatat ada riwayat perjalanan pada 18 Oktober 2020 ke Tanjung Selor.


Gejala laksana Covid-19 muncul pada 3 November, dan pada 8 November, yang bersangkutan berobat ke RSUD Nunukan tanpa rujukan Puskesmas dengan keluhan demam dan sesak nafas.


‘’Saat diambil foto thorax, diagnosanya pneumonia sehingga dilakukan swab, kesimpulan sementara, kasus ini adalah kasus import,’’kata Aris lagi.


Pasien ketiga atau NNK 72, merupakan pasien berjenis kelamin perempuan berusia 62 tahun. Tidak ada riwayat perjalanan dari pasien tersebut, hanya saja, saat di foto thorax di RSUD Nunukan, hasil diagnosanya adalah pneumonia bilateral.


‘’Suami adalah pelaku perjalanan dari Tanjung Selor, kesimpulan kita ini kasus transmisi local,’’jelasnya.


Pasien terakhir adalah pasien berusia 18 tahun berjenis kelamin laki laki, dengan domisili di jalan Pattimura Nunukan Timur.


Tidak ada catatan perjalanan selama lebih dari 1 bulan. Pada 9 November, pasien berobat ke puskesmas Nunukan Timur dengan keluhan pendengaran kiri terganggu dan hilang indera penciuman.


Dilakukan langkah awal dengan rapid test ternyata hasilnya reaktif, sehingga dirujuk ke RSUD Nunukan untuk tindakan lebih lanjut.


‘’Kita swab dan hasil dari lab PCR positif, dan kasus ini merupakan transmisi local,’’tegasnya.


Penambahan kasus Covid-19 ini menandakan kondisi di lapangan masih cukup dinamis dan masih dimungkinkan terjadi penularan, masyarakat tetap dihimbau untuk mematuhi protocol kesehatan di masa Pandemi dengan menjaga jarak, hindari kerumunan, biasakan cuci tangan dengan sabun di air mengalir dan praktekkan disiplin masker menghindari penularan.(Dzulviqor)