Tes Urine Harus Daftar Rp.290.000 BNNK Nunukan Targetkan 17 Pendaftar di 2020

Tes Urine Harus Daftar Rp.290.000 BNNK Nunukan Targetkan 17 Pendaftar di 2020

Nunukan - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan Kalimantan Utara mulai memberlakukan tes urine berbayar mulai September 2020.


Kepala BNNK Nunukan Kompol.La Muati menjelaskan, pembayaran tersebut untuk keluarnya Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN) dan masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).


"SKHPN yang dikeluarkan oleh BNN adalah berkas untuk dijadikan sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh masyarakat dalam melamar perkerjaan. Baik itu di institusi pemerintah, perusahaan swasta. Termasuk bagi pelajar yang ingin mendaftar sekolah kedinasan."ujarnya Rabu (2/9/2020).


Kebijakan baru ini menyusul ditetapkannya Peraturan Pemerintah Pusat Nomor 19 Tahun 2020 tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di seluruh kantor BNN. 


Namun demikian, masyarakat bisa mendapatkan secara gratis, dengan 3 ketentuan, syarat pertama, pendaftar harus mengisi formulir permohonan 0 rupiah, sarat Kedua, pendaftar harus membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari Lurah atau Kades, dan sarat ketiga pendaftar merupakan orang yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI).


"Tahun ini kita hanya menyiapkan 17 formulir SKHPN untuk 3 bulan terakhir di 2020, kalau terjadi over target, kita akan refocusing anggaran,"jelasnya.


Ia melanjutkan, pemeriksaan medis dilakukan oleh petugas BNNK, dimana nantinya jika ditemukan adanya indikasi dugaan penyalah gunakan narkoba, BNNK akan melakukan asestmen, dengan pendalaman kasus melalui wawancara, perintah penyidikan dan investigasi, lalu hasilnya kita serahkan ke polisi untuk tindak lanjutnya.


"BNNK Nunukan belum memiliki SDM mumpuni, kita belum bisa melakukan penindakan, sehingga kita masih harus bersinergi dengan instansi lain,"katanya.(Dzulviqor)